• Selasa, 24 Mei 2022

Antisipasi Penyebaran Omicron 115.798 Napi Dirumahkan,  Ini Pernyataan Dirjen Pemasyarakatan

- Minggu, 2 Januari 2022 | 17:20 WIB
ilustrasi Kriminal. (Foto: Pixabay)
ilustrasi Kriminal. (Foto: Pixabay)

NEWSmedia - Melonjaknya kasus Omicron yang cenderung cepat membuat berbagai elemen msyarakat mulai mewaspadai akan hal itu.

Salah satunya ialah persebaran omicron di penjara. Hingga keputusan pun diambil yakni dengan merumahkan narapidana untuk menghindarinya.

Dilansir instagram @narasinewsroom Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), bahwa pihaknya merumahkan total 115.798 narapidana karena Covid 19 varian Omicron.

Baca Juga: Lirik Lagu Hope from Kwangya Milik SMTOWN, Penutup Meriah di Konser SMCU Express Kwangya

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, keputusan itu diambil menyusul perpanjangan program pemberian hak integrasi dan asimilasi di rumah bagi narapidana dan anak untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Ini merupakan langkah yang ditempuh untuk melindungi hak kesehatan WBP (warga binaan pemasyarakatan) di masa pandemi COVID-19 yang telah terjadi sejak awal tahun 2020, terlebih saat ini muncul berbagai varian baru yang harus kita waspadai," kata Rika dalam keterangannya, Sabtu 1 Januari 2022.

Keputusan itu tertuang dalam Permenkumham RI Nomor 43 Tahun 2021. Permenkumham itu sekaligus mengubah ketentuan asimilasi bagi warga binaan pemasyarakatan.

Baca Juga: Jadwal dan Siaran Langsung Liga Inggris Malam Ini Minggu 2 Januari 2022, Ada Duel Sengit Chelsea vs Liverpool

Semula, program asimilasi di rumah hanya diberikan kepada narapidana yang telah menjalani masa dua per tiga masa pidana per 31 Desember 2021, kini diperpanjang hingga 30 Juni 2022.***

 

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini