• Selasa, 5 Juli 2022

Isi Ceramah Habib Bahar bin Smith Bahas Pemerintah-Ulama Hingga Sebut KSAD Dudung Abdurachman Jenderal Baliho

- Selasa, 4 Januari 2022 | 14:32 WIB
Habib Bahar Bin Smith dalam pengajian rutin malam selasa Majelis Pembela Rosulullah (MPR) di Ponpes Tajul Alawiyyin. (Tangkapan layar video YouTube Tajul TV)
Habib Bahar Bin Smith dalam pengajian rutin malam selasa Majelis Pembela Rosulullah (MPR) di Ponpes Tajul Alawiyyin. (Tangkapan layar video YouTube Tajul TV)

NEWSmedia - Bahar bin Smith, penceramah yang dikenal dengan sebutan Habib Bahar dijadikan tersangka atas kasus penyebaran berita bohong. Ia jadi tersangka setelah memenuhi panggilan untuk pemeriksaan di Polda Jawa Barat, Senin 3, Januari 2022 malam.

Bahar bin Smith atau Habib Bahar kerap menjadi sorotan karena pernyataan-pernyataannya. Termasuk pandangan dan pernyataannya saat mengisi ceramah.

Di kanal YouTube, banyak video Habib Bahar bin Smith, baik saat tampil menjadi narasumber program podcast maupun saat mengisi ceramah acara pengajian.

Baca Juga: Dino Patti Djalal Diancam Akan Dihabisi Mafia Tanah Orang Suruhan Mustofa, Begini Respon Polda Metro Jaya

Sebagaimana ceramah Habib Bahar bin Smith saat pengajian rutin malam selasa Majelis Pembela Rosulullah (MPR) di Ponpes Tajul Alawiyyin (pondok pesantren asuhan Habib Bahar).

Ceramah Habib Bahar bin Smith yang temanya membahas kajian kitab "Ihya 'Ulumuddin" karangan Imam Al-ghazali Bab 1 Tentang Keutaman Ilmu, Mengajarkan Ilmu dan Mempelajari Ilmu. Video ceramah penceramah asal Manado, Sulawesi Utara ini diunggah beberapa kanal Youtube, di antaranya kanal YouTube Tajul TV dan Limbad TV kanal YouTube Master Limbad.

Dalam ceramah tersebut, Habib Bahar bin Smith membahas keberadaan ulama dan hubungannya dengan pemerintah.

"Beliau-beliau para ulama adalah orang-orang yang utama. Utama dalam masuk surga dan utama juga dalam masuk neraka," kata Habib Bahar yang kemudian menjelaskan alasan mengapa ulama adalah golongan yang paling utama dalam dua hal tersebut.

Baca Juga: UPDATE! Kasus Dugaan Pemerkosaan di UMY Meluas: Ini Pengakuan Korban yang Beredar di Media Sosial

Menurut Bahar, ulama yang baik paling pertama masuk surga, sedangkan yang dinilai tidak baik juga akan yang paling pertama masuk neraka.

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini