• Minggu, 29 Mei 2022

Gubernur Banten dan Buruh Berdamai, Ini 4 Poin Kesepakatan Restorative Justice yang Ditandatangani Bersama

- Rabu, 5 Januari 2022 | 05:00 WIB
Gubernu Banten Wahidin Halim bersama para buruh dan kuasa hukum dari kedua belah pihak usai menandatangani dokumen perdamaian  bertempat di kediaman Gubernur Banten, Pinang Kota Tangerang, Selasa malam 4 Januari 2022. (Foto: Dok/Adpim)
Gubernu Banten Wahidin Halim bersama para buruh dan kuasa hukum dari kedua belah pihak usai menandatangani dokumen perdamaian bertempat di kediaman Gubernur Banten, Pinang Kota Tangerang, Selasa malam 4 Januari 2022. (Foto: Dok/Adpim)

NEWSmedia – Konflik Gubernur Banten Wahidin Halim dengan buruh yang berujung pelaporan di Polda Banten telah berakhir, Selasa malam 4 Januari 2021.

Perdamaian antara buruh dan gubernur disaksikan kuasa hukum kedua belah pihak dengan mengedepankan keadilan restoratif atau restorative justice.

Gubernur Banten Wahidin Halim memaafkan para buruh yang sebelumnya dijadikan tersangka, untuk mencabut laporan  No LP/B/496/XII/2021/SPKT III.DITRESKRIMSUS/POLDA BANTEN tertanggal 24 Desember 2021.

Baca Juga: Ivan Gunawan Kembali Ramai Dibicarakan Publik Usai Mengadopsi Boneka Arwah, Begini Komentar Netizen!

"Saya ini muslim dan juga santri.  Sebelum kalian lahir sudah saya maafkan. Dengan ini laporan saya cabut," ungkap Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) saat menerima para buruh di kediamannya Pinang, Kota Tangerang, Selasa (4/1/2022).

Menurut WH, berbeda berpendapat bukan masalah, asal disampaikan dengan baik.

Dikatakan, silaturahmi menjadi salah satu nilai masyarakat Indonesia. Tidak ada pemimpin yang ingin menyakiti rakyatnya sendiri.

Dalam dokumen perdamaian disebutkan 6 buruh yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka perusakan dan dugaan penghinaan menandatangani dokumen damai, antara lain:

Baca Juga: Sinopsis dan Link Trailer Film Insidious 5 The Dark Realm yang Akan Tayang di Tahun 2022

Muhammad Hamid Alfaqih, Mochamad Luphi, Siska Wahyu Pratama, Apis Bi Walikan, Sena Rahmayanti, Omsar Simbolon dan Sahuri.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini