• Kamis, 26 Mei 2022

Bolehkah Menolak Kehamilan? Begini Penjelasan dan Hukumnya Menurut Ulama Kontemporer

- Minggu, 16 Januari 2022 | 21:05 WIB
Buya Yahya (Instagram/ @buyayahya_albahjah)
Buya Yahya (Instagram/ @buyayahya_albahjah)

NEWSmedia — Kehamilan merupakan suatu hal yang dinanti-nantikan oleh mayoritas pasangan suami-istri. Tentu dengan memiliki anak bahtera rumah tangga akan lebih terasa lengkap dan romantis.

Tetapi kehamilan adalah sebuah perjuangan yang sangat berat dan melelahkan, apalagi saat menjelang mau melahirkan. Bahkan Rasulullah SAW sampai memasukkan orang yang mati saat melahirkan adalah syahid.

Artinya, perempuan yang mengandung sangatlah berat sampai diberi surga atas perjuangannya.

Baca Juga: Jepang Diterjang Tsunami: Sekitar 230.000 Warga di Evakuasi, Sebabkan Transportasi Udara dan Laut Ditunda

Dengan pertaruhan nyawa dan prosesnya yang melelahkan, namun ada saja seorang istri yang tidak menghendaki kehamilan. Tentu dengan berbagai alasan seperti kematian, trauma, dan lain-lain.

Atas resiko-resiko berat itu, ulama-ulama kontemporer memberikan jawaban yang lugas terhadap penolakan kehamilan.

Berikut adalah pandangannya:

Jumhur ulama menyepakati bahwa anak bukanlah milik suami saja, atau istri saja. Akan tetapi, milik bersama. Maka ketika ingin memiliki anak, selayaknya ada kesepakatan di antara keduanya.

Baca Juga: Gunung Api Bawah Laut Tonga Meletus , BMKG: Tetap Tenang, Indonesia Tidak Terdampak Tsunami

Kalau seorang istri tidak menghendaki, dengan demikian suami juga harus mempertimbangkan. Sebab, mengingat resiko-resiko yang akan di alami oleh seorang istri, bahkan bisa sampai pada kematian.

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini