Polemik Selter JPTM Sekda Kalteng, Batuah Bantah Soal Surat Pengaduan

- Rabu, 19 Januari 2022 | 18:41 WIB
Batuah. (Dok/NEWSmedia)
Batuah. (Dok/NEWSmedia)

NEWSmedia - Pelaksanaan Open Bidding atau Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (Selter JPTM) Sekda Kalteng menuai polemik.

Menyusul surat pengaduan masyarakat yang mempertanyakan keikutsertaan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Nuryakin dalam Selter JPTM.

Namun belakangan Batuah membantah jika dirinya yang melayangkan pengaduan tersebut. Batuah mengaku dirinya diperalat dan identitas dirinya disalahgunakan.

Baca Juga: Ramalan Shio Hari Kamis 20 Januari 2022: Simak Untukmu Ada Shio Naga dan Shio Kambing

"Saya tidak pernah membuat surat pengaduan masyarakat seperti itu. Saya bekerja sebagai PNS di Dinas Pendidikan Pemprov Kalteng. Tidak mungkin saya membuat surat pengaduan terkait pimpinan saya sendiri," bantah Batuah, Selasa 18 Januari 2022.

Batuah mengaku bahwa pihaknya mengetahui surat pengaduan yang mencatut namanya tersebut dari seorang teman yang bekerja di Kantor Gubernur Kalteng.

"Saya dihubungi oleh teman saya yang bekerja di Kantor Gubernur dan menanyakan terkait kebenaran surat pengaduan tersebut. KTP yang dilampirkan dalam surat tersebut benar KTP saya. Nomor Induk Kependudukan sama. Namun yang beda tanda tangan surat," ujar Batuah.

Batuah menegaskan pihaknya telah membuat surat pernyataan resmi di atas kertas bermeterai yang isinya membantah telah membuat surat pengaduan masyarakat tersebut.

Baca Juga: Profil Graciella Abigail Pemeran Raya Dalam Serial Layangan Putus, Buah Hati Aris dan Kinan

"Dengan ini menyatakan bahwa saya tidak pernah membuat dan tidak pernah menandatangani serta tidak pernah memberikan identitas saya berupa KTP kepada siapa pun untuk digunakan sebagai lampiran dalam surat pengaduan masyarakat yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri," tulis Batuah dalam surat pernyataannya tertanggal 16 Januari 2022.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini