• Selasa, 5 Juli 2022

Penjelasan BMKG Soal Fenomena Hujan Es, Sering Terjadi di Saat Pancaroba atau Perubahan Musim

- Senin, 21 Februari 2022 | 20:09 WIB
Ilustrasi (BMKG)
Ilustrasi (BMKG)

NEWSmedia - Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan secara singkat terkait fenomena hujan es.

Dikutip NEWSmedia dari laman resmi BMKG, fenomena hujan es merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.

Peristiwa hujan es yang disertai kilat atau petir dan angin kencang, biasanya berdurasi singkat, fenomena alam ini lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba (perubahan musim), baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

Baca Juga: Hujan Es Disertai Angin Kencang Terjadi di Surabaya, Warga Panik: Allahu Akbar!

Adapun indikasi terjadinya hujan es yang disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat, bisa dilihat dari keterangan berikut:

- Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.
- Udara terasa panas dan gerah tersebut diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 60%)

- Mulai pukul 10.00 pagi, terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis - lapis), di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu - abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

Baca Juga: Inilah Makanan yang Harus Dihindari Agar Jerawat Tak Makin Parah, Simak Penjelasan dr. Richard Lee Berikut!

- Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus).
- Pepohonan di sekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat.

- Terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri.
- Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras secara tiba-tiba, apabila hujannya gerimis, maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini