• Minggu, 14 Agustus 2022

Kemenag Banten Soal Perumpamaan Suara Adzan dan Suara Anjing: Menag Bukan Membandingkan, Hanya Mencontohkan

- Jumat, 25 Februari 2022 | 19:42 WIB
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Nanang Fatchurochman (Humas Kemenag Banten)
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Nanang Fatchurochman (Humas Kemenag Banten)

NEWSmedia - Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Nanang Fatchurrochman menilai, pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat ditanya wartawan tentang SE Nomor 05 Tahun 2022 adalah dalam konteks Tamtsil (perumpamaan/ contoh) bukan Tasybih (persamaan).

Nanang menegaskan bahwa setelah dirinya melihat dan menganalisis pernyataan Menag Yaqut di video yang beredar, Menag Yaqut sama sekali tidak membandingkan suara adzan dengan suara anjing.

"Setelah melihat videonya secara utuh, Menag dalam hal itu hanya memberikan contoh yang paling sederhana, bukan dalam konteks membandingkan satu dengan yang lainnya, makanya beliau menyebut kata 'misal' beberapa kali,” kata Nanang dikutip NEWSmedia dari laman resmi Kemenag Banten pada Jumat, 25 Februari 2022.

Baca Juga: INFO GEMPA BMKG: Pasamaan Barat-Sumatera Diguncang Gempa 6.2 Magnitudo tak Berpotensi Tsunami

Dengan demikian, Nanang meminta kepada seluruh elemen masyarakat di Provinsi Banten agar tidak terprovokasi dengan adanya disinformasi terkait pernyataan Menag Yaqut tersebut.

"Menag Yaqut tidak pernah mengeluarkan statement yang membandingkan antara aturan pengeras suara dengan gonggongan anjing," ujarnya.

Nanang juga mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya pengaturan pengeras suara di masjid dan musala.

Baca Juga: Cerita Gozali, Anak Buah Bobon Santoso yang Jadi Korban Robot Trading Olymp Trade Lost Hingga Puluhan Juta

Menurut Nanang, jika dibandingkan dengan beberapa negara, pengaturan pengeras suara di masjid dan musala di Indonesia tidak begitu memberatkan, bahkan tidak ada hukuman bagi yang melanggarnya.

"Contoh di Malaysia, penggunaan pengeras suara hanya untuk adzan saja, di Arab Saudi juga penggunaan pengeras suara hanya untuk shalat Jumat, shalat Ied dan shalat minta hujan, di negara kita, pengaturan pengeras suara diatur Kemenag tapi tidak ada sanksi bagi pelanggar," katanya.

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini