Luhut Binsar Pandjaitan Blak-blakan Soal Wacana Penundaan Pemilu 2024, Klaim Punya Big Data Keinginan Warga

- Sabtu, 12 Maret 2022 | 11:20 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan di acara Podcast Deddy Corbuzier. (Foto: Tangkap Layar Youtube Deddy Corbuzier) (NEWSmedia)
Luhut Binsar Pandjaitan di acara Podcast Deddy Corbuzier. (Foto: Tangkap Layar Youtube Deddy Corbuzier) (NEWSmedia)

NEWSmedia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI, Luhut Binsar Pandjaitan blak-blakan soal wacana penundaan Pemilu 2024.

Kepada Deddy Corbuzier Luhut Binsar Pandjaitan beberkan secara gamblang tentang rencana penundaan pemilu 2024 hingga masa jabatan presiden Joko Widodo (Jokowi) diperpanjang.


Melalui podcast #closethedoor di kanal YouTube Deddy Corbuzier sebagaimana dikutip NEWSmedia, Menko Marves Luhut Pandjaitan mengklaim dirinya mempunyai big data yang isinya merekam aspirasi publik di media sosial soal pemilu 2024.


Baca Juga: Profil dan Biodata Tiara Andini, Musisi Muda Kekasih Baru Alshad Ahmad Lengkap dengan Zodiak, Agama dan Hobi

"Karena begini kita kan punya big data, dari big data itu kira-kira meng-grab 110 juta. Iya 110 juta, macam-macam. Facebook. Segala macam-macam, karena orang-orang kan main Twitter. Kira-kira 110 juta oranglah," ucap Luhut Menko Marves.


Luhut Pandjaitan menyatakan jika rakyat kelas menengah ke bawah itu ingin tenang dan kondisi ekonomi ditingkatkan.


"Ini ada contohnya gak opung di negara lain?," tanya Deddy Corbuzier.

Menko Marves mengklaim bahwa ada banyak sejarahnya, hanya bentuk dan tahunnya periodenya saja yang berbeda mengenai penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden.

Baca Juga: Profil dan Biodata Alshad Ahmad, Kekasih Baru Tiara Andini: Berikut Akun Instagram, Zodiak dan Agama

Dalam podcast Deddy Corbuzier ini Luhut Binsar Pandjaitan juga secara blak-blakan menegaskan sikap Jokowi soal wacana penundaan pemilu yaitu tetap taat pada konstitusi.


Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini