Seperti Apa Banten 20 ke Depan, Masih Adakah Petani dan Nelayan? Ketua Pansus RTRW DPRD Banten Angkat Bicara

- Sabtu, 19 Maret 2022 | 05:00 WIB
Ketua Pansus RTRW DPRD Banten, Fitron Nur Ikhsan dalam acara Podcast Banten Network. (NEWSmedia)
Ketua Pansus RTRW DPRD Banten, Fitron Nur Ikhsan dalam acara Podcast Banten Network. (NEWSmedia)

NEWSmedia – Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Banten telah diperbaharui pada tahun 2017 lalu, yakni lahirnya Perda RTWR nomor 5 Tahun 2017 sebagai pengganti Perda RTRW Nomor 2 tahun 2011.

Pemprov Banten kembali mengajukan perubahan Perda RTRW untuk 20 tahun ke depan. Konon Kawasan pesisir dan lahan pertanian terancam berubah fungsi, jika tidak dipertahankan.

Simak pernyataan Ketua Pansus RTRW DPRD Banten, Fitron Nur Ikhsan, terkait rencana perubahan RTRW yang sedang digodog di DPRD Banten.  

Baca Juga: Marc Marquez Terjatuh di Sirkuit Mandalika Lombok, Netizen Banjiri Komentar Lucu di Instagram

Saat ini, DPRD Provinsi Banten sedang menggodog pasal-pasal dalam rancangan Rencana Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk tahun 2022 hingga 2042.

Dalam pembahasannya, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda RTRW Fitron Nur Ikhsan mengaku komitmen untuk mempertahankan lahan pertanian dan wilayah lahan tangkap nelayan.

Menurutnya, RTRW tidak boleh ada yang merugikan masyarakat, meskipun pada perjalanannya nanti tidak dapat memuaskan semua pihak.

“Yang harus diamankan selain nelayan, lahan pertanian untuk menjaga ketahanan pangan. Isu RTRW harus kepada penyelamatan lahan pangan,” katanya saat jadi narasumber Podcast Banten Network, yang ditayangkan di Chanel Youtube Kacamatanews.

Baca Juga: Indra Kenz Sengaja Hilangkan Barang Bukti, Diduga Sudah Ada yang 'Breafing', Ini Kata Bareskrim Polri

Ia menerangkan, saat ini lahan pertanian ada sekitar 215 ribu hectare lebih. Lahan itu tidak boleh terancam, selain untuk menjaga ketahanan pangan juga karena jumlah penduduk akan bertambah.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini