• Selasa, 16 Agustus 2022

Serangan Udara Rusia Hantam Rumah Sakit di Ukraina, Tewaskan 2 Warga Sipil

- Kamis, 7 April 2022 | 11:38 WIB
Penampakan ledakan di Ukraina karena serangan Rusia (Tangkap layar nypost.com)
Penampakan ledakan di Ukraina karena serangan Rusia (Tangkap layar nypost.com)
NEWSmedia - Rekaman mengejutkan menunjukkan serangan udara Rusia ke Ukraina dimana ledakan menghantam ambulans di luar rumah sakit anak-anak Ukraina.
 
Pihak berwenang mengatakan setidaknya dua orang warga sipil termasuk seorang anak, meninggal dalam serangan tersebut.
 
Dalam rekaman tersebut menunjukkan beberapa ambulans yang diparkir di Mykolaiv Oblast - dengan ledakan tiba-tiba menghantam sisi kiri mobil kuning terdekat dengan kamera.
 
 
Saat area tersebut terbakar, kendaraan darurat bergetar dan pintunya terbuka dari benturan saat asap menyelimuti area tersebut.
 
Gubernur Oblast Mykolaiv Vitaliy Kim memposting video tersebut ke sosial media Facebook, menulis bahwa “serangan terhadap fasilitas medis rahasia adalah rumah sakit anak-anak.” ungkapnya dalam postingan. 
 
Komentar itu adalah referensi sarkastik terhadap klaim Rusia sebelumnya bahwa target medis lain yang diledakkan termasuk rumah sakit bersalin di Mariupol yang diam-diam menampung pasukan Neo NAZI, bukan pasien hamil yang dibiarkan berlumuran darah dan ketakutan .
 
 
Kepala Dewan Regional Mykolaiv, Anna Zamazeeva, mengatakan bahwa dua orang yang meninggal dalam serangan tersebut, seorang pria dan seorang anak.
 
Badan medis Medecins Sans Frontieres (MSF) mengatakan ada tim yang beranggotakan empat orang di sana pada saat itu.
 
Kendaraan mereka termasuk salah satu dari mereka yang jendelanya terlempar akibat ledakan.
 
 
MSF menjelaskan, selain rumah sakit anak-anak, sebuah rumah sakit kanker yang juga merawat pasien yang terluka dalam perang juga terkena dampak dari serangan dari Rusia itu.
 
“Beberapa ledakan terjadi di dekat staf kami selama sekitar 10 menit,” kata Michel Olivier Lacharité, kepala misi MSF di Ukraina sebagaimana dilansir NEWSmedia dari laman nypost.com.
 
“Ketika mereka meninggalkan daerah itu, tim MSF melihat orang-orang yang terluka dan setidaknya satu mayat,” pungkasnya.***
 

Editor: Ilah Rohilah

Tags

Artikel Terkait

Terkini