• Senin, 23 Mei 2022

Penyaluran Kredit BRI di Kuartal I 2022 Tembus 46.306 Nasabah Kecil dan Menengah, Nilainya Rp21,3 Triliun

- Sabtu, 7 Mei 2022 | 13:51 WIB
Penyaluran kredit BRI untuk segmen kecil dan menengah tumbuh di kuartal I 2022. (Dok. BRI for NEWSmedia)
Penyaluran kredit BRI untuk segmen kecil dan menengah tumbuh di kuartal I 2022. (Dok. BRI for NEWSmedia)

NEWSmedia – Penyaluran kredit BRI khususnya untuk segmen kecil dan menengah mengalami pertumbuhan positif pada kuartal I/2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal itu dinilai akan mendorong geliat ekonomi semakin bergairah pada tahun pemulihan 2022.

Direktur Bisnis Kecil dan Menengah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Amam Sukriyanto memaparkan bahwa pada triwulan I/2022, penyaluran kredit BRI untuk segmen kecil dan menengah mencapai Rp21,3 triliun yang diberikan kepada 46.306 nasabah.

Angka penyaluran kredit BRI tahun ini lebih besar dibandingkan pada kurun waktu yang sama pada tahun lalu (2021), yang nilainya Rp16,5 triliun dan disalurkan kepada 33.269 nasabah.

Baca Juga: Inilah 4 Cara Menghentikan Update Otomatis Pada Windows 11, Agar Tak Terganggu saat Bekerja

Menurut Amam Sukriyanto, capaian pada awal 2022 sudah menunjukan kembali ke masa sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Sedangkan pada kuartal I/2020, di mana pada tahun tersebut ekonomi benar-benar didera pandemi, penyaluran kredit di segmen serupa hanya sekitar Rp13,1 triliun dengan 23.581 nasabah.

Nah ini, tentunya akan ber-impact bahwa perekonomian di daerah maupun kota itu akan kembali bergairah. Dan kita akan melihat bahwa ini pergerakannya akan lebih cepat lagi. Karena kita lihat, faktanya di lapangan, saat ini usaha kecil dan menengah sudah mulai bangkit. Jauh, bahkan lebih baik dibandingkan masa-masa awal pandemi kemarin,” kata Amam dalam acara Money Talks CNBC Indonesia, Rabu, 20 April 2022.

Baca Juga: Penyakit Hepatitis Misterius Menular Lewat Saluran Pencernaan dan Pernafasan, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya

Perseroan pun, lanjut Amam, semakin optimistis ekonomi kian bergairah lantaran mayoritas kredit diserap oleh sektor-sektor produktif.

Menurutnya, permintaan kredit meningkat tidak hanya di kota besar tapi juga di daerah-daerah.

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini