• Kamis, 7 Juli 2022

Wahidin Halim Akui Tak Akan Post Power Syndrome Ketika Tak Lagi Jadi Gubernur, Apakah Itu Post Power Syndrome?

- Selasa, 10 Mei 2022 | 18:40 WIB
Gbernur Banten Wahidin Halim. (Foto: Tangkap Layar Kacamata News)
Gbernur Banten Wahidin Halim. (Foto: Tangkap Layar Kacamata News)

NEWSmedia – Pada tanggal 12 Mei 2022 lusa adalah hari terakhir Wahidin Halim menjabat sebagai Gubernur Banten. Jabatannya bersama pasangannya Andika Hazrumi akan habis.

Posisi Wahidin Halim akan digantikan seorang Plh Gubernur atau Penjabat Gubernur, sebagaimana keputusan pemerintahan berwenang yang lebih tinggi.

Namun, manakala tak lagi menjabat Gubernur Banten, Wahidin Halim mengaku tidak akan mengalami post power syndrome. Apakah itu post power syndrome?

Baca Juga: Financial Data Challenge 2022 BRI, Ajang Bagi SDM Data Scientist untuk Berkompetisi Ciptakan Inovasi Teknologi

Dikutip dari laman alodokter dalam tinjauan dr. Neva Nareza post power syndrome atau sindrom pascakekuasaan adalah kondisi ketika seseorang hidup dalam bayang-bayang kekuasaan yang pernah dimilikinya dan belum bisa menerima hilangnya kekuasaan itu. 

Post power syndrome sering dialami oleh orang yang baru saja memasuki masa pensiun.

Tidak sedikit orang yang menjadikan pekerjaan sebagai bentuk aktualisasi diri dan tujuan hidupnya.

Saat memasuki masa pensiun, orang-orang seperti ini tidak hanya kehilangan pekerjaan yang dicintai, tetapi juga segala bentuk penghargaan diri yang mereka dapatkan saat masih bekerja, seperti pujian, rasa hormat, dan rasa dibutuhkan oleh orang lain.

Baca Juga: Fiks Almuktabar Bakal Jabat Plh Gubernur Banten? Simak Jawaban Para Pejabat Pemprov Banten

Perubahan besar ini bisa mengakibatkan timbulnya perasaan bahwa mereka sudah tidak lagi berguna, bahkan tidak memiliki tujuan hidup lagiKondisi inilah yang disebut dengan post power syndrome.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini