Bareskrim Polri Bersama Polda Jatim Berhasil Gagalkan Ekspor Minyak Goreng ke Timur Leste, Ada 8 Kontainer

- Jumat, 13 Mei 2022 | 12:05 WIB
Bareskrim Polri berhasil gagalkan penyelundupan minyak goreng (Instagram/@polsek_mayong)
Bareskrim Polri berhasil gagalkan penyelundupan minyak goreng (Instagram/@polsek_mayong)
NEWSmedia - Bareskrim Polri bersama Polda Jawa Timu (Jatim)  berhasil gagalkan upaya penyelundupan alias ekspor delapan kontainer minyak goreng menuju Timur Leste pada Kamis 12 Mei 2022. 
 
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menjelaskan, delapan kontainer tersebut diperkirakan berisi minyak goreng 162.642,6 liter atau 121,985 ton yang siap ekspor.
 
Hal ini sangat bertentangan dengan kebijakan pemerintah soal adanya larangan ekspor minyak goreng. Ini dikarenakan pemerintah berencana memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri.
 
 
Seperti diketahui pengungkapan kasus ekspor minyak goreng ke Timor Leste bermula dari laporan masyarakat kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
 
"Pengungkapan tersebut bermula dari informasi yang diberikan oleh masyarakat kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak tentang adanya dugaan pelanggaran Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan sementara ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein and Used Cooking Oil," kata Agus dalam keterangannya seperti dikutip NEWSmedia dari laman PMJ News pada Jumat 13 Mei 2022.
 
Dalam penggerebekan delapan kontainer pembawa minyak goreng tersebut, polisi menetapkan dua tersangka.
 
 
Kedua tersangka tersebut berinisial R (50) dan E (4), keduanya berperan sebagai eksportir goreng.
 
Lanjut Agus, ternyata selain dari delapan kontainer yang digagalkan melakukan ekspor minyak goreng tersebut, ada tiga yang sudah berada di Timor Leste.
 
Sehingga pihak kepolisian saat ini sedang berkoordinasi dengan pihak Ditjen Bea Cukai, untuk melakukan penarikan tiga kontainer tersebut.
 
 
"Delapan kontainer yang berisikan minyak goreng dengan merek Linse, Tropis, dan Tropical telah diamankan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak," kata Agus.
 
Agus menjelaskan, para sopir kontainer mengelabuhi petugas bea cukai dengan memasukkan barang yang tidak sesuai dengan pos tarif.
 
Semua kontainer tersebut diisi dengan barang-barang seperti engsel pintu, cat, genteng, glass block mulia, alat-alat pipa, pipa pvc, Sika vix tile adhisive, tong besi tutup lebar, snack, sterefoam, sendok bebek plastik, komputer, sparepart mobil aqua.
 
 
"Namun isi barang di dalam kontainer adalah minyak goreng dengan merek tersebut," kata Agus.
 
Para pelaku yang tersebut disangkakan melanggar Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Jo Pasal 3 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022.
 

Pasal tersebut mengatur larangan sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein and Used Cooking Oil.***

 

Editor: Ilah Rohilah

Tags

Artikel Terkait

Terkini