Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh, Lengkap dengan Lafal Niat dan Terjemahannya dalam Bahasa Indonesia

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 08:45 WIB
Ilustrasi orang berbuka puasa Ayyamul Bidh dan keutamaannya (pixabay. com)  (Muhammad Hassan)
Ilustrasi orang berbuka puasa Ayyamul Bidh dan keutamaannya (pixabay. com) (Muhammad Hassan)

NEWSmedia - Berikut ini adalah Keutamaan puasa Ayyamul Bidh, niat puasa dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia yang harus kamu tahu.  

Puasa Ayyamul bidh merupakan puasa di hari-hari cerah yakni hari yang mana malam harinya disinari oleh bulan purnama. 
 
Setiap umat Islam di seluruh dunia disunnahkan untuk menjalankan puasa Ayyamul Bidh yang bisa dikerjakan mulai tanggal 14, 15 dan 16 Mei 2022.
 
Perlu diketahui sebelumnya, ayyamul bidh jatuh setiap tanggal 13, 14, 15 bulan Hijriah, yang mana untuk bulan Syawal 1443 H tahun ini dimulai pada Sabtu dan berakhir pada Senin ( 14-16 Mei 2022).
 
 
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, puasa ayyamul bidh hukumnya sunnah muakkadah.
 
“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah (ayyamul bidh) baik di rumah maupun dalam bepergian’.” (HR an-Nasa’i dengan sanad hasan).
 
Berikut niat puasa ayyamul bidh
 
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
 
Nawaytu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ.
 
 
Artinya, “Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ.” 
 
Niat ini perlu diucapkan tidak hanya sekedar dibaca dalam hati saja. Sebelum melaksanakan puasa ayyamul bidh disunnahkan untuk sahur terlebih dahulu.
 
Kemudian, menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib tiba itu juga merupakan bagian dari puasa ayyamul bidh.
 
 
Banyak sekali fadilah atau keutamaan dari puasa ayyamul bidh diantaranya bagi orang yang menjalankannya selama tiga hari (tanggal 13, 14, 15 bulan Hijriah) seperti melakukan puasa selama satu tahun.
 
Selain itu juga diterangkan dalam kitab I’anatut Thalibin Juz 2 barang siapa yang puasa tiga hari setiap bulan Hijriyah maka seperti puasa selam satu tahun.
 
Nabi Muhammad saw bersabda:
"Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun."
 
 
Hadits di atas juga diperkuat dengan Al-Quran surat Al-An'am ayat 160 yang menjelaskan tentang satu amal kebaikan akan dilipatgandakan 10 kali lipat.
 
 "Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya" QS al-An’am: 160.
 
Tak hanya itu saja Ibnu Majah dan At-Tirmidzi dalam haditsnya meriwayatkan satu hari sama dengan sepuluh hari.
 
 
Satu hari sama dengan 10 hari’.” (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi.
 
Itulah keistimewaan atau fadilah puasa ayyamul bidh yang memiliki hukum sunnah muakkadah.***
 

Editor: Ilah Rohilah

Tags

Artikel Terkait

Terkini