• Minggu, 4 Desember 2022

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur Naik Fantastis, Ini Penjelasan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman

- Senin, 6 Juni 2022 | 06:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan (Instagram @luhut.pandjaitan)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan (Instagram @luhut.pandjaitan)
NEWSmedia - Harga tiket masuk Candi Borobudur naik menjadi harga fantastis baik bagi masyarakat lokal maupun Turis. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.
 
Luhut Bansar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah berencana akan menaikkan harga tiket masuk tempat pariwisata ke Candi Borobudur.
 
Ia menjelaskan bahwa wisatawan lokal harus membayar tiket seharga Rp 750.000 untuk dapat masuk ke Candi Borobudur. Sementara turis asing harus merogoh uang sebesar 100 dollar AS atau Rp 1,45 juta agar dapat masuk ke situs bersejarah tersebut.
 
 
Sebelumnya, harga tiket masuk ke Candi Borobudur adalah sebesar Rp 50.000/orang. 
 
"Kami juga sepakat dan berencana untuk membatasi kuota turis yang ingin naik ke Candi Borobudur sebanyak 1.200 orang per hari, dengan biaya 100 dollar untuk wisman dan turis domestik sebesar Rp 750.000," kata Luhut dalam Instagram @luhut.pandjaitan, pada Minggu, 5 Juni 2022.
 
Sementara itu, untuk pelajar harga tiketnya hanya Rp 5.000/orang.
 
 
Luhut mengatakan bahwa kenaikan harga tiket ini dilakukan untuk menjaga kelestarian budaya nusantara. 
 
Selain masuk dengan harga tiket yang telah ditentukan, turis yang datang juga diharuskan untuk menggunakan guide lokal dari warga sekitar Candi Borobudur. Hal ini diprediksi dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
 
"Ini kami lakukan demi menyerap lapangan kerja baru sekaligus menumbuhkan sense of belonging terhadap kawasan ini, sehingga rasa tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan salah satu situs sejarah nusantara ini bisa terus tumbuh dalam sanubari generasi muda di masa mendatang," kata Luhut.
 
 
Lebih lanjut, Luhut mengatakan bahwa pelestarian ini merupakan prinsip sambatan atau gotong royong yang digunakan untuk mengembangkan Candi Borobudur sebagai laboratorium konservasi cagar budaya bertaraf internasional.
 
"Saya kembali menekankan sinergi antara konservasi dan pariwisata melalui mekanisme single authority agency sehingga Borobudur bukan hanya menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas, tetapi juga destinasi wisata berkualitas," ungkap Luhut.***
 

Editor: Ilah Rohilah

Tags

Artikel Terkait

Terkini