• Sabtu, 20 Agustus 2022

KBRI Bern Benarkan Jenazah Eril Sudah Ditemukan dalam Keadaan Meninggal Dunia di Bendungan Engehalde Swiss

- Kamis, 9 Juni 2022 | 21:47 WIB
Dubes RI untuk Swiss, Muliaman Hadad; (kanan) saat konferesi pers terkait penemuan jenazah Eril (Press Konferensi KBRI Bern)
Dubes RI untuk Swiss, Muliaman Hadad; (kanan) saat konferesi pers terkait penemuan jenazah Eril (Press Konferensi KBRI Bern)

NEWSmedia – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern membenarkan bahwa penemuan seorang pria di Bendungan Engehalde adalah Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril (22).

KBRI Bern secara resmi menyatakan bahwa sosok pria yang ditemukan di Bendungan Engehalde di Bern merupakan putra sulung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Hal ini disampaikan melalui konferensi pers yang diadakan KBRI Bern via online pada hari Kamis 9 Juni 2022 pukul 19.30 WIB.

Baca Juga: Jasad Eril Ditemukan, Ridwan Kamil Sampaikan Terima Kasih dan Sebut Jenazah Segera Dipulangkan ke Indonesia

“Pada hari Kamis, 9 Juni 2022 siang waktu Swiss, pihak kepolisian menyampaikan konfirmasi bahwa hasil tes DNA, jasad yang ditemukan kemarin adalah Ananda Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril,” ujar Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Swiss, Muliaman Hadad.

Muliaman Hadad juga menceritakan, bahwa sebelum dikonfirmasi sebagai Eril, jenazah pria yang ditemukan di Bendungan Engehalde itu dilakukan pemeriksaan forensik terlebih dahulu setelah dilaporkan ke KBRI Bern

Kemudian Kepolisian Bern melalui tim forensiknya melakukan identifikasi serta penelusuran DNA untuk memastikan identitas pasti dari jenazah tersebut.

Baca Juga: Jasad Eril Ditemukan, Kepolisian Bern Ungkap Kronologis dan Titik Lokasi Bendungan Engehalde

“Kemarin (Rabu, 8 Juni 2022) Kepolisian Bern telah bertemu kami di KBRI Bern bersama dengan keluarga, untuk menyampaikan informasi awal mengenai penemuan jasad yang diduga Eril, sekitar pukul 06:50 waktu Swiss atau pukul 11:50 WIB,” jelas Dubes RI untuk Swiss itu.

Halaman:

Editor: Nurcholis Fajri Syah

Tags

Artikel Terkait

Terkini