• Sabtu, 24 September 2022

Pemprov Jabar Merespons Situasi Global: Tim Pengendalian Inflasi Daerah Rumuskan Langkah Antisipasi Stagflasi

- Jumat, 15 Juli 2022 | 10:15 WIB
High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah se-Jawa Barat di Aula Timur Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis 14 Juli 2022. (Dok: Pemprov Jabar)
High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah se-Jawa Barat di Aula Timur Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis 14 Juli 2022. (Dok: Pemprov Jabar)

NEWSmedia - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah Jawa Barat merumuskan sejumlah langkah antisipasi terhadap stagflasi akibat situasi global terkini.

Diketahui, berdasarkan situasi global saat ini (Juli 2022) stagflasi mulai terjadi di beberapa negara dan dikhawatirkan berpengaruh pada Indonesia, khususnya Jawa Barat.

Hal-hal terkait stagflasi tersebut disampaikan Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Yerry Yanuar dan dibahas pada High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Jawa Barat, di Aula Timur Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis 14 Juli 2022.

Baca Juga: Zakat di Jabar Ditarget Terhimpun Rp1,6 Triliun, Ridwan Kamil: Zakat Bantu Entaskan Kemiskinan Ekstrem

Diketahui, stagflasi merupakan kondisi ekonomi yang mengalami pertumbuhan stagnan dan tekanan inflasi terus terjadi akibat pengaruh geopolitik global.

"Secara global sedang terjadi stagflasi ekonomi, tentunya kita bangsa Indonesia, khususnya Jawa Barat perlu mengantisipasi hal tersebut," kata Yerry Yanuar.

Menurut Yerry, Pemda Provinsi Jabar saat ini meski secara moneter indikator ekonomi terlihat baik, misalnya pertumbuhan ekonomi yang masih di atas nasional, nilai ekspor yang terus naik, dan suplai pangan yang mencukupi, namun risiko stagflasi perlu terus diantisipasi.

"Pertumbuhan ekonomi Jabar masih di atas nasional 5,61 persen. Akan tetapi inflasi kita juga ada peningkatan. Nah, stagflasi ini kanantara pertumbuhan yang makin lambat, inflasi meningkat, itulah persoalannya," sambungnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Targetkan Ekonomi Tahun Depan Tumbuh di Angka 5,5 Persen, Mungkinkah?

Maka pada High Level Meeting itu dirumuskan sejumlah langkah antisipasi baik untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini