• Senin, 26 September 2022

Milad ke-47 MUI, KH M Cholil Nafis Sebut Tahun Politik Jadi Tantangan Besar Bagi Umat Selain Ekonomi

- Selasa, 26 Juli 2022 | 17:26 WIB
KH M Cholil Nafis (Instagram/ @khmcholilnafis)
KH M Cholil Nafis (Instagram/ @khmcholilnafis)

NEWSmedia - Pada momentum Milad ke-47 MUI, KH M Cholil Nafis menyebutkan bahwa tahun politik menjadi tantangan besar bagi umat selain persoalan ekonomi.

Menurutnya, hal itu tak lepas dari berdirinya MUI untuk memberikan wahana menjalankan mekanisme yang efektif dan efesien dalam upaya memelihara dan membina kontinuitas partisipasi umat Islam Indonesia terhadap pembangunan.

"Selama 47 tahun sejak berdiri, di usia yang tak lagi muda ini MUI telah memberikan kontribusi bagi ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. MUI mengemban tanggung jawab yang tak sederhana. Dinamika politik, sosial, dan keagamaan yang muncul di Tanah Air muncul dengan beragam objek hukum, yang melatarbelakanginya", kata KH M Cholil Nafis dikutip NEWSmedia dari laman resmi MUI mui.or.id pada Selasa, 26 Juli 2022.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud Hari Tasyrik? Cek Penjelasan Lengkapnya di Sini!

Kata dia, hal itu tentu membutuhkan respons cepat dan tepat dari MUI, agar respons dan tanggapan yang dikeluarkan menjadi panduan dalam keseharian.

"Beragam program yang berorientasi keumatan telah dilakukan MUI bergandengan tangan dengan pemerintah, sebagai mitra strategis (shadiqul hukumah)", ujar KH M Cholil Nafis yang juga pengurus MUI pusat ini.

Lebih lanjut kata dia, peran dan tanggung jawab ini tentu masih akan terus melekat. Dalam konteks Milad ke-47 ini juga demikian. Tahun politik akan masih menjadi tantangan besar bagi umat, di samping tantangan lainnya seperti ekonomi.

Baca Juga: Jumat 8 Juli 2022 Sebanyak 84 Ribu Lebih Jemaah Haji Indonesia Wukuf di Arafah, Ini Fasilitas dan Layanannya

"Ditambah lagi, efek polarisasi pada Pemilu 2019 masih terasa sampai sekarang, yaitu perpecahan di antara umat akibat polarisasi yang terjadi. Meskipun begitu, terdapat dua perekat bagi kita yaitu pertama, dalam rangka keagamaan dan keimanan, bisa dirajut untuk membangun kesatuan di antara kita", imbuh KH M Cholil Nafis.

Kemudian yang kedua kata KH M Cholil Nafis, kebangsaan dan nasionalisme. Caranya adalah dengan mencintai Tanah Air atas dasar iman didahulukan dari cinta kelompok dan golongannya.

"Kerangka inilah yang akan kita rajut dalam wadah Majelis Ulama Indonesia, dengan semangat keagamaan yang tinggi jangan sampai melunturkan semangat kebangsaan. Begitu jugga sebaliknya, semangat nasionalisme jangan sampai melunturkan semangat keagamaan kita. Sebuah kekuatan yang berpilar pada keagamaan dan nasionalisme. Yakni Ketuhanan yang Maha-Esa yang bertujuan membangun bangsa demi menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan kekuatan untuk membangun bangsa yang tidak dapat dipisahkan", tambah KH.M Cholil Nafis.

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Terkini