• Senin, 26 September 2022

Sampaikan Keutamaan Bulan Muharram, Ini Sosok KH Soleh Darat Ulama Asal Jepara yang Terkenal

- Jumat, 29 Juli 2022 | 06:45 WIB
Sosok KH Soleh Darat, ulama yang kerap sampaikan keutamaan bulan Muharram. (NEWSmedia/santrius.com)
Sosok KH Soleh Darat, ulama yang kerap sampaikan keutamaan bulan Muharram. (NEWSmedia/santrius.com)
NEWSMedia - Terdapat banyak keutamaan bulan Muharam menurut sosok KH Soleh Darat, inilah ulama asal Jepara yang kerap sampaikan amalan bermanfaat yang bisa dilakukan. 
 
Namun tahukan kamu siapa sebenarnya sosok KH Soleh Darat tersebut? Mengutip laduni.id, inilah sosok KH Soleh Darat yang bernama asli  Muhammad Shalih ibn Umar As-Samarani  atau yang lebih akrab disapa dengan panggilan KH Soleh Darat.
 
Sosok KH Soleh Darat lahir pada sekitar tahun 1820 M/1235 H di Dukuh Kedung Jumbleng, Desa Ngroto Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah.
 
 
Nama Darat yang dipakai oleh KH. Sholeh berawal dari kehidupannya yang tinggal di kawasan dekat pantai utara Semarang yakni, tempat berlabuhnya (mendarat) orang-orang dari luar Jawa.
 
Kini, nama Darat tetap terjaga sampai sekarang dan dijadikan prasasti nama kampung, Nipah Darat dan Darat Tirto. Saat ini kampung Darat masuk dalam wilayah Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara.
 
WAFAT
 
KH. Soleh Darat wafat di Semarang pada hari Jum’at Wage 28 Ramadan 1321 H atau pada 18 Desember 1903 dalam usia 83 tahun. KH Soleh Darat dimakamkan di pemakaman umum Bergota Semarang.
 
 
Setelah beliau meninggal dunia, setiap tanggal 10 Syawal, masyarakat dari berbagai penjuru kota berziarah untuk menghadiri haul beliau.
 
KELUARGA
 
Selama hayatnya, KH. Sholeh Darat pernah menikah tiga kali. Pernikahannya yang pertama adalah ketika ia masih berada di Mekah. Tidak jelas siapa nama istrinya. Dari pernikahannya yang pertama ini, ia dikarunia seorang anak yang diberi nama Ibrahim. Tatkala KH.
 
Soleh Darat pulang ke Jawa, istrinya telah meninggal dunia dan Ibrahim tidak ikut serta ke Jawa. Ibrahim ini tidak mempunyai keturunan.
 
Untuk mengenang anaknya (Ibrahim) yang pertama ini, Kiai Shalih Darat menggunakan nama Abu Ibrahim dalam halaman sampul kitab tafsirnya, Faidh al-Rahman.
 
 
Pernikahannya yang kedua dengan Sofiyah, puteri KH. Murtadha teman karib bapaknya, Kiai Umar. Pernikahannya yang kedua terjadi setelah ia kembali di Semarang.
 
Dari pernikahannya ini, mereka dikarunia dua orang putra, Yahya dan Khalil. Dari kedua putranya ini, telah melahirkan beberapa anak dan keturunan yang bisa dijumpai hingga kini. 
 
Sedangkan pernikahannya yang ketiga dengan Aminah, putri Bupati Bulus, Purworejo, keturunan Arab.
 
 
Dari pernikahannya ini, mereka dikaruniai anak. Salah satu keturunannya adalah Siti Zahrah. Siti Zahrah kemudian dijodohkan dengan KH. Dahlan santri KH. Sholeh Darat dari Tremas, Pacitan. 
 
Dari pernikahannya ini melahirkan dua orang anak, masing masing Rahmad dan Aisyah. KH. Dahlan meninggal di Mekah, kemudian Siti Zahrah dijodohkan dengan KH. Amir, juga santri sendiri asal Pekalongan. Pernikahannya yang kedua Siti Zahrah tidak melahirkan keturunan.
 
PENDIDIKAN
 
Sebagaimana anak seorang Kiai, masa kecil dan remaja KH. Sholeh Darat dilewatinya dengan belajar Alquran dan ilmu agama.
 
 
Sebelum meninggalkan tanah airnya, ada beberapa guru yang dikunjunginya guna menimba ilmu agama, diantaranya yaitu KH M Syahid, Syekh Abdul Ghani Bima, Semarang, dan masih banyak lagi.
 
Dalam beberapa kiatnya KH Soleh Darat menyampaikan jika amalan di bulan Muharram dilaksanakan dengan benar. Salah satunya yaitu kita bakal didampingi dua malaikat.****
 

Editor: Ilah Rohilah

Tags

Artikel Terkait

Terkini