• Minggu, 2 Oktober 2022

Obrolan Tiga Jenderal Polisi Purnawirawan, Sebut Bharada E Lebih Sakti Dibanding Seorang Jenderal: Kok Bisa?

- Senin, 1 Agustus 2022 | 19:29 WIB
Tiga orang Jenderal Polisi Purnawirawan yang pernah menduduki posisi strategis ketika aktif, mengaku heran dengan kasus Polisi Tembak Polisi. (Foto: Tangkap Layar Youtube Polisi Ooh Polisi)
Tiga orang Jenderal Polisi Purnawirawan yang pernah menduduki posisi strategis ketika aktif, mengaku heran dengan kasus Polisi Tembak Polisi. (Foto: Tangkap Layar Youtube Polisi Ooh Polisi)

NEWSmedia –  Ini menarik. Tiga orang Jenderal Polisi Purnawirawan ngobrol, lalu sindir soal kasus polisi tembak polisi di rumah perwira polisi yang menewaskan Brigadir J. 

Seorang Jenderal Polisi Purnawirawan menyebutkan, jika Bharada E lebih sakti dari seorang Jenderal sekalipun.

Simak tiga pensiunan polisi yang pernah menduduki posisi-posisi strategis ketika mereka menjabat, dan terkesan heran dengan kasus yang sekarang terjadi.

Baca Juga: Ini Pemain Pengabdi Setan 2 Communion, Siap-siap Nonton Film Horor Terbaru Tayang di Bioskop 4 Agustus

Mantan Kadensus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol (Purn) Bekto Suprapto, mengomentari soal baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif, Irjen Ferdy Sambo.

Purnawirawan Polri itu mengkritik perlakuan istimewa yang dilakukan polisi kepada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E yang menembak Brigadir J dalam insiden maut tersebut hingga tewas.

Bekto bahkan menyebut Bharada E yang merupakan Tamtama Polri seperti lebih sakti dibanding jenderal.

Baca Juga: Berdayakan Perempuan, DP3AKKB Provinsi Banten Berikan Pelatihan Jurnalistik

Ia menilai hal itu karena hingga saat ini status Bharada E masih belum jelas, sedangkan dua perwira tinggi dan satu perwira menengah telah dinonaktifkan dari jabatan mereka.

Ketiga orang itu adalah Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Pol Hendra Kurniawan, dan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini