• Minggu, 2 Oktober 2022

Ini Alasan Para Jenderal Sebut Bharada E Manusia Sakti, Bahkan Lebih Sakti dari Seorang Jenderal Polisi Aktif

- Senin, 1 Agustus 2022 | 19:46 WIB
Jenderal Polisi Purn. Susno Duadji (kiri), dan wartawan senior Hersubeno Arif. (Foto: Tangkap Layar Youtube Hersubeno Point)
Jenderal Polisi Purn. Susno Duadji (kiri), dan wartawan senior Hersubeno Arif. (Foto: Tangkap Layar Youtube Hersubeno Point)

NEWSmedia - Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol. (Purn) Susno Duadji, menyebut Bharada E sebagai manusia sakti dalam kasus polisi tembak polisi.

Sebab menurut keterangan pihak kepolisian, Bharada E ditembak terlebih dahulu sebanyak tujuh kali oleh Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, tapi semuanya meleset.

“Saya katakan tadi sakti juga ini anak. Tujuh lawan lima (tembakan), ditembak duluan, dan yang lima ini tergores saja enggak. Jadi, sakti namanya kan?” tanya Susno Duadji dikutip Newsmedia dari Youtube Hersubeno Point, Senin 1 Agustus 2022.

Baca Juga: Tema Anya Geraldine! Link Download Apk Mod Higgs Domino RP dan N V1 87 X8 Speeder Terbaru dengan Full Musik DJ

Oleh karena itu, Susno Duadji penasaran apakah tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan membongkar kalau Bharada E memang jago menembak.

“Apa jago tembak beneran, itu akan dibuka karena tidak cukup hanya mengatakan ‘saya jago tembak’, bahkan ‘saya pelatih’. Ya, kalau di media itu bisa (ngomong) dia pelatih dan jago tembak walaupun baru masuk polisi,” pungkas pria kelahiran Pagar Alam, Sumatera Selatan ini.

Susno Duadji pun bak mengumpamakan bahwa ujian yang dilakukan Bharada E saat masuk kepolisian salah satunya adalah dengan diberi senjata dan sejumlah peluru. Kemudian, diperagakan posisi tembak-menembak sebenarnya.

Baca Juga: Berdayakan Perempuan, DP3AKKB Provinsi Banten Berikan Pelatihan Jurnalistik

“Ditanya berapa lama tembak-tembakan itu.. oh sepuluh detik atau lima detik, habiskan semua peluru selama lima detik dengan menembak boneka atau patung yang tingginya mirip korban Brigadir J,” katanya.

Dia melanjutkan bahwa dalam ujian atau dikonstruksikan itu, salah satu yang hilang adalah Bharada E tidak dalam kondisi psikologis seperti saat kejadian. Artinya, tidak ada yang mengancam atau ditembak duluan.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini