• Sabtu, 20 Agustus 2022

Bulan Imunisasi Anak Nasional, Atalia Ridwan Kamil Minta Kader PKK Turun Jemput Anak-anak untuk Diimunisasi

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 10:13 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil saat memberikan arahan kepada kader PKK secara virtual di Kantor PKK Jabar, Selasa 2 Agustus 2022. (Foto: Biro Adpim Pemprov Jabar)
Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil saat memberikan arahan kepada kader PKK secara virtual di Kantor PKK Jabar, Selasa 2 Agustus 2022. (Foto: Biro Adpim Pemprov Jabar)

NEWSmedia - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat Atalia Ridwan Kamil meminta kepada seluruh kader PKK di 27 kota/kabupaten se Jawa Barat untuk turun ke lapangan menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang sudah dimulai serentak sejak 1 Agustus 2022.

Atalia mengatakan, salah satunya dengan metode jemput bola yaitu dengan membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan di wilayahnya untuk menjalani imunisasi.

"Semua kader PKK saya kasih PR khusus supaya anak-anak mau diimunisasi, maka harus turun ke lapangan kalau perlu jemput bola," ucap Atalia saat memberikan arahan kepada kader PKK secara virtual di Kantor PKK Jabar, Selasa 2 Agustus 2022.

Baca Juga: Situ Rawa Kalong Depok jadi Ruang Publik Baru, Ridwan Kamil: Bisa Jalan di Atas Air, utk Batswamp Fashion Week

BIAN merupakan program pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubella untuk anak umur 9 bulan sampai kurang dari 12 tahun, serta imunisasi pelengkap Polio dan DPT-HB-Hib bagi anak umur 12 sampai 59 bulan.

Adapun manfaat imunisasi tersebut untuk mencegah kesakitan dan kecacatan akibat Campak, Rubella, Polio, Difteri, Pertusis, Hepatitis B, Pneumonia, dan Meningitis.

Atalia menuturkan, metode jemput bola dilakukan karena ada masyarakat yang masih terpengaruh hoaks sehingga tak mau datang ke fasyankes. Salah satu hoaksnya menyebut imunisasi tidak halal dan membuat anak sakit. Karena itu, kader PKK harus memberikan edukasi dan informasi yang benar terkait BIAN.

"Kenapa mereka tidak mau datang karena terpengaruh berita bohong, maka harus kita edukasi. Hoaksnya seperti tidak halal, anak jadi sakit. Itu sama sekali tidak benar," tutur Atalia.

Baca Juga: Sebelum Soekarno Jadi Presiden, Ternyata Syekh Hasyim Asy'ari Pernah Ditawari Jadi Presiden Indonesia

Atalia memastikan program imunisasi ini sudah melalui proses panjang dan sangat jelas kehalalannya serta aman diberikan kepada anak. "Ini sudah melalui proses panjang jadi sudah jelas kehalalannya dan aman untuk semua," katanya.

Halaman:

Editor: Rapih Herdiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini