Profil Singkat Salman Rushdie, Novelis The Satanic Verses yang Ditusuk 15 Kali oleh Orang yang Tak Dikenal

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 22:42 WIB
Profil singkat novelis The Satanic Verses, Salman Rushdie (Instagram/ @indiatoday)
Profil singkat novelis The Satanic Verses, Salman Rushdie (Instagram/ @indiatoday)

NEWSmedia - Salman Rushdie seorang novelis asal India ditusuk sampai 15 kali oleh orang yang tak dikenal.

Penusukan yang dilakukan terhadap Salman Rushdie terjadi pada sebuah acara di Chatauqua Institution di sekitar Buffalo, negara bagian New York.

Penusukan Salman Rushdie menjadi berita terpanas di berbagai media asing internasional.

Sementara itu, orang yang melakukan penusukan terhadap Salman Rushdie diduga adalah Hadi Matar. Pelaku penusukan terhadap Salman Rushdie diduga bermotifkan agama.

Baca Juga: Penulis Novel The Satanic Verses Salman Rushdie Ditusuk di Bagian Leher, Terancam Kehilangan Sebelah Matanya

Lalu, siapa sebenarnya Salman Rushdie hingga beritanya menghiasai media asing internasional? Simak ulasannya berikut ini.

Profil Singkat Salman Rushdie

Salman Rushdie adalah seorang novelis yang berasal dan lahir di India pada 75 tahun lalu. Sudah sekitar 14 novel yang ia tulis dan diterbitkan berbagai penerbit internasional.

Namun yang membuat dunia internasional geger, khususnya dunia Islam adalah ketika menulis novel yang sangat kontroversial yaitu Satanic Verses atau Ayat Ayat Setan.

Melalui Nobel Satanic Verses inilah nama Salman Rushdie kemudian melambung dan selalu diperbincangkan di berbagai negara dan media.

Baca Juga: Surat Kabar Garis Keras di Iran Memuji Pelaku Penyerangan Salman Rushdie, Apa Alasannya?

Meski karyanya membuat geger dunia Islam, sebaliknya, dunia barat justru memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap karyanya tersebut.

Pada tahun 2007 Salman Rushdie dianugerahi gelar kebangsawanan atas jasanya pada dunia sastra.

Sedangkan tinggal di Amerika Serikat sudah dimulai sejak tahun 2000. Atau tepatnya ketika Salman Rushdie diancam akan dibunuh lantaran bukunya tersebut oleh Ayatullah Khumaeni pimpinan Iran.

Walaupun dikecam oleh negara-negara Islam, karya Salman Rushdie justru semakin mendapatkan perhatian dan memenangkan penghargaan seperti penghargaan Whitbread untuk novelnya pada tahun 1988.

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini