• Selasa, 27 September 2022

Soroti Perbaikan Manajemen Berdasarkan Track Record Pemimpin BUMN, Erick Thohir: Bukan Berarti Tidak Suka

- Sabtu, 17 September 2022 | 18:06 WIB
Erick Thohir Menteri BUMN.  (Instagram.com/@erickthohir)
Erick Thohir Menteri BUMN. (Instagram.com/@erickthohir)
NEWSmedia - Menteri BUMN Erick Thohir menyoroti soal perbaikan manajemen BUMN ditengah tranformasi dunia yang semakin mengkhawatirkan, ia tegaskan akan kroscek berdasarkan track record.
 
Banyaknya kebangkrutan di beberapa perusahaan ini dan itu membuat Menteri BUMN Erick Thohir ingin membenahi perbaikan manajemen BUMN dengan sistem track record pemimpin BUMN terdahulu.
 
Sebagai Menteri BUMN Erick Thohir akan gunakan 'daftar hitam' untuk blacklist pemimpin BUMN yang memiliki kinerja kerja atau track record buruk dalam perbaikan manajemen.
 
 
"Tapi bukan berarti karena suka dan tidak suka," ujar Menteri BUMN Erick Thohir yang dikutip NEWSmedia melalui Instagram pribadinya, Sabtu 17 September 2022.
 
Erick Thohir tegaskan nama yang tercantum dalam 'daftar hitam' dengan track record buruk tidak bisa kembali menjadi pemimpin BUMN.
 
Menurut Erick Thohir segala kebijakan yang diambil direksi bersifat sustain dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai wujud komitmen BUMN demi perbaikan manajemen.
 
 
Diketahui Erick Thohir kini menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia ke-9 Kabinet Indonesia Maju yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2019 lalu.
 
"Kalau sudah memimpin perusahaan ini, perusahaan itu bangkrut terus, masa dikasih kesempatan terus?," Sambung Erick Thohir.
 
Sebagaimana disampaikan Erick Thohir, pemimpin dengan track record buruk tidak mungkin berhasil mewujudkan transformasi human capital dalam perbaikan manajemen BUMN.
 
 
Erick Thohir tak ingin perbaikan manajemen BUMN yang sudah dirapihkan kembali berantakan oleh track record buruk pemimpinnya.
 
Hal itu dianggap akan membawa pengaruh buruk bagi BUMN dalam menghadapi dunia yang sedang berubah.
 
Suka ataupun tidak pemimpin BUMN yang terus mengalami kebangkrutan dalam memimpin perusahaan sudah dapat dipastikan masuk 'daftar hitam' alias dikeluarkan oleh Erick Thohir.***

Editor: Ilah Rohilah

Tags

Artikel Terkait

Terkini