• Minggu, 29 Mei 2022

Ini Latar Belakang Ditetapkannya Hari Santri Nasional

- Minggu, 23 Oktober 2016 | 02:16 WIB
Atraksi pengisi acara saat pembukaan Pospenas VII di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Sabtu (22/10/2016). (Foto: Humas Pemprov Banten)
Atraksi pengisi acara saat pembukaan Pospenas VII di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Sabtu (22/10/2016). (Foto: Humas Pemprov Banten)

SERANG, [NEWSmedia] - Perhelatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (Pospenas) VII 2016 yang diselenggarakab di Provinsi Banten menjadi momen penetapan Hari Santri Nasional yang akan diperingati setiap 22 Oktober.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan latar belakang penetapan Hari Santri Nasional yang puncak perayaannya dibarengi dengan event Pospenas VII ini.

Menurut Jokowi, penetapan Hari Santri Nasional dilatarbelakangi oleh revolusi jihad yang digaungkan oleh KH Hasyim Ashari pada tahun 1945.

"Malam ini saya mengajak untuk menemukan kembali api semangat yang berkobar pada 71 tahun yang lalu, ketika Kiai Haji Hasyim Ashari menggelorakan revolusi jihad untuk kemerdekaan Indonesia," jata Presiden Jokowi, dalam sambutannya pada pembukaan Pospenas VII di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Sabtu (22/10/2016) malam.

Menurut Jokowi, setelah 71 tahun ini api semangat jihad tersebut tidak boleh padam dalam diri santri. Santri harus berjuang mengisi kemerdekaan Indonesia.

"Kekuatan kita sebagai bangsa sesungguhnya adalah semangat jihad, semangat kebangsaan yang diwariskan oleh para pahlawan kita. Saya yakin dengan semangat itu kita optimis untuk menghadapi segala tantangan untuk menjadi bangsa pemenang," ucap Jokowi.

Penetapan Hari Santri Nasional yang pertama ini menurut Jokowi diperingati oleh seluruh santri se-Indonesia.

"Di pondok-pondok seluruh Indonesia, para santri merayakan hari besar ini. Saya ucapkan selamat Hari Santri Nasional untuk para santri," ujarnya.

Baca juga: Meriah, Pospenas VII Resmi Dibuka Presiden

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini