• Sabtu, 10 Desember 2022

Apa itu Tradisi Panjang Jimat? Inilah 6 Tradisi Unik Maulid Nabi di Indonesia yang Jarang Kamu Ketahui

- Selasa, 27 September 2022 | 20:40 WIB
Ilustrasi Masjid dan Maulid Nabi Muhammad SAW. (pixabay.com/andsproject.)
Ilustrasi Masjid dan Maulid Nabi Muhammad SAW. (pixabay.com/andsproject.)
NEWSmedia - Inilah 6 Tradisi unik Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia yang menarik untuk kamu simak. 
 
Indonesia memiliki berbagai macam tradisi unik Maulid Nabi Muhammad SAW, yuk kita simak apa saja tradisi unik maulid nabi yang ada di Indonesia.
 
Beberapa tradisi unik Maulid Nabi Muhammad SAW ini sering kali diperingati dan dilakukan dibeberapa daerah di Indonesia.
 
 
Dikutip NEWSmedia dari akun YouTube Suara Pemerintah, Berikut ini 6 Tradisi unik Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia:
 
1.  Tradisi kirab ampyang di Kudus Jawa
 
Tengah  pada awalnya tradisi kirab ampyang merupakan media penyiaran agama Islam diwilayah tersebut. Tradisi itu dilakukan oleh Ratu Kalinyamat dan suaminya Sultan hadirin.
    
Tradisi ini digelar dengan menyajikan makanan yang dihiasi dengan ampiang atau nasi kerupuk yang diarak keliling Desa sebelum menuju ke Masjid Wali Attaqwa di desa setempat.
  
Di dalam tradisi ini masing-masing Serta juga menampilkan sejumlah kesenian seperti visualisasi tokoh-tokoh yang berjasa pada saat berdirinya Desa loram Kulon serta visualisasi sejarah pendirian Masjid Wali Attaqwa.
 
 
Setelah sampai di Masjid Wali tandu yang berisi nasi bungkus serta hasil bumi yang sebelumnya diarak keliling Desa dan didoakan oleh ulama setempat. Kemudian dibagikan kepada warga setempat untuk mendapatkan berkah.
 
2. Tradisi muludan di Madura Jawa Timur.
   
Tepat pada 12 rabi'ul awal masyarakat di Madura akan berduyun-duyun datang ke masjid untuk merayakan Maulid agung atau yang biasa disebut sebagai peringatan muludhen.
 
Di acara ini biasanya diisi dengan pembacaan Barzanji atau Riwayat Hidup Nabi dan sedikit selingan ceramah keagamaan yang menceritakan kebaikan sang nabi semasa hidupnya untuk dijadikan sebagai pegangan hidup.
 
  
Saat Maulid agung, Para perempuan biasanya datang ke masjid atau mushola dengan membawa talam yang diatasnya berisi tumpeng dan di sekeliling tumpeng tersebut dipenuhi beragam buah yang ditusuk dengan lidi dan dilekatkan kepada tumpeng tersebut.
   
3. Tradisi Grebeg Maulid Nabi di Yogyakarta.
  
Yogyakarta dikenal sebagai kota yang punya beraneka ragaman budaya salah satunya tradisi Grebeg Maulud.
 
Tradisi Grebeg Maulud dilakukan setiap tanggal 12 pada bulan maulud yang merupakan tanggal kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
 
  
Acara Grebeg Maulud diawali dengan parade prajurit keraton yang berpakaian lengkap ditambah senjata khusus dan ada juga loh yang membawa alat musik setelah para prajurit keluar disusul oleh rombongan prajurit yang menunggangi kuda.
 
Yang terakhir adalah rombongan gunungan akan diarak menuju alun-alun kemudian didoakan di masjid gedhe Kauman.
  
Selanjutnya tumpeng tersebut akan di peruntukkan untuk siapa saja yang menonton. Banyak warga percaya jika mengambil hasil bumi dari gunungan tersebut akan mendapatkan berkah.
 
 
 4.  Tradisi panjang jimat di Cirebon.
  
Panjang jimat merupakan puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang telah menjadi tradisi turun temurun sejak ratusan tahun lalu di Kraton kesepuhan Cirebon.
 
Perangkat dalam upacara itu terdiri dari lilin, Air mawar, Empat buah Baki serta tumpeng jeneng dan nasi uduk.
 
Seluruh perangkat itu memiliki makna tersendiri biasanya seluruh perangkat itu dibawa oleh iring-iringan Abdi dalem dari bangsal prabayaksa menuju langgar agung.
 
 
Dilanggar Agung kemudian dilaksanakan sholawatan dan pengajian kitab Barzanji hingga tengah malam.  
 
Setelah itu nasi jimat dan makanan lain yang disajikan di atas piring pusaka peninggalan Sunan gunungjati pun disantap bersama.
  
5. Tradisi Bungo lado di Padang Pariaman Sumatera Barat.
 
Tradisi bunga lado merupakan tradisi yang digelar masyarakat di Padang Pariaman Sumatera Barat untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. 
 
 
Bunga lado merupakan pohon hias berdaun kan uang yang biasa juga disebut dengan pohon uang-uang kertas dari berbagai macam nominal.
 
Uang itu ditempel pada ranting-ranting pohon yang dipercantik dengan kertas hias.  Tradisi Bungo lado menjadi kesempatan bagi warga yang juga perantau untuk menyumbang pembangunan rumah ibadah di daerah itu.
 
 Dan masyarakat dari beberapa desa akan membawa Bungo lado yang dikumpulkan untuk pembangunan rumah ibadah dan kegiatan dakwah.
 
  
Sumbangan Bungo lado ini merupakan simbol dari rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
 
6. Tradisi walimah di Gorontalo.
 
Di Gorontalo peringatan Maulid Nabi dilakukan dengan tradisi walimah. Walimah merupakan tradisi tua semasa kerajaan-kerajaan Islam yang dilaksanakan turun-temurun antargenerasi.
 
Diperkirakan tradisi ini mulai ada sejak Gorontalo mengenal Islam tepatnya pada abad 17.
 
Saat tradisi walimah masyarakat muslim akan menyiapkan kue-kue tradisional seperti kolombengi curuti bulu Dewi wapili dan pisang.
 
 
Dan kue kue tersebut  disusun sedemikian rupa dan diarak dari rumah menuju masjid terdekat.
  
Setelah doa maulid di masjid selesai ribuan kue-kue tersebut dibagi-bagikan kepada warga untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing karena hal tersebut menurut mereka membawa sebuah keberkahan ketika mendapatkan makanan yang sudah didoakan.***

Editor: Ilah Rohilah

Tags

Artikel Terkait

Terkini