• Kamis, 26 Mei 2022

Wartawan di Kota Serang Jadi Korban Pemukulan Oknum Polisi

- Sabtu, 21 Oktober 2017 | 11:17 WIB
Wartawan Banten Pos, Panji Romadon setelah melakukan visum di RSUD dr. Dardjat Prawiranegara, Jumat (20/10/2017) malam.*
Wartawan Banten Pos, Panji Romadon setelah melakukan visum di RSUD dr. Dardjat Prawiranegara, Jumat (20/10/2017) malam.*

SERANG, [NEWSmedia] – Demo mahasiswa UIN Banten yang mengkritisi tiga tahun kepemimpinan Jokowi-JK berujung ricuh, seorang wartawan Banten Pos, Panji Romadon yang sedang meliput aksi tersebut, menjadi sasaran pemukulan oknum Polisi dari Sat Sabhara Polresta Serang Kota.

Kejadian tersebut berawal ketika aksi mulai memanas sekitar pukul 17.45 WIB, polisi yang hendak membubarkan masa aksi mendapat perlawanan dari mahasiswa, aksi dorong-mendorong antara mahasiswa dan kepolisian pun tidak bisa dihindari di depan kampus tersebut, Jumat (20/10/2017) petang.

Sementara Panji yang hendak mengambil gambar untuk bahan liputannya, justru mendapat perlakuan kasar dari oknum Polisi Polresta Serang Kota.

“Lagi mau ngambil foto, digebuk dibelakang, pas nengok langsung diteriakin provokator, terus diinjak-injak dan dicekek trus dibawa ke mobil yang di DPMSTP Kota Serang,” kata Panji, Jumat (20/10).

Ia menjelaskan, dirinya telah menunjukkan id card pers atau kartu identitas wartawannya, namun aksi pemukulan oleh oknum polisi yang menggunakan tutup wajah tersebut tetap berlanjut.

“Di Mobil udah saya kasih lihat kartu pers saya, habis itu tetap dipukul,” tegas Panji.

Tidak hanya itu, lanjut Panji, sebelum dilepaskan, dirinya  mendapat ancaman dari oknum penegak hukum tersebut.

“Setelah itu diancam akan diculik dan dibunuh. Kalau yang narik sekitar tiga orang. Yang mukul pas kasih kartu pers itu satu orang. Yang Ancem satu orang,” terangnya.

Selain itu, dirinya juga mengaku telah melakukan Visum di RSUD dr. Dardjat Prawiranegara.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini