• Selasa, 6 Desember 2022

Jadi Perbincangan di Twitter Hingga Amerika Selatan, Benarkah Curacao Bantah Kemenangan Timnas Indonesia?

- Kamis, 29 September 2022 | 11:02 WIB
Timnas Indonesia menang lawan Timnas Curacao.  (Tangkap layar YouTube Garuda Space.)
Timnas Indonesia menang lawan Timnas Curacao. (Tangkap layar YouTube Garuda Space.)
NEWSmedia - Dua kali dipermalukan Timnas Indonesia, Timnas Curacao lakukan pembelaan pada FIFA 2022 ini. 
 
Pada laga FIFA September 2022 adalah momen manis bagi timnas Indonesia yang berhasil mendapatkan 2 kemenangan atas Curacao.
 
Dua pertandingan dengan Timnas Indonesia yang diarahkan di dua tempat berbeda itu menunjukkan kualitas tim Shin Tae Yong di depan para pemain Timnas Curacao di laga pembuka.
 
 
Skuad Timnas Garuda terlihat percaya diri di Stadion Gelora Bandung Lautan Api Bandung Sabtu,24 September lalu.
 
Marcell dan kawan-kawan bermental tinggi setelah menang dengan skor 3-2. Di laga kedua tim Nasional Indonesia kontrak Curasao di laut tempat yang berbeda. 
 
Stadion Pekansari menjadi saksi Keunggulan Timnas Indonesia pada Selasa, 27 September kemarin.
 
 
Dua kali dikalahkan oleh Timnas Indonesia membuat media twitter @Curasao Football News, yang di pandang mencari alasan. Seperti dilansir NEWSmedia dari unggahan GARUDA SPACE pada Rabu, 28 September 2022 kemarin. 
 
Akun tersebut mengatakan Tin Curasao bermain lebih baik daripada Timnas Indonesia.
 
"Kami bermain lebih baik dari sebelumnya, yang kami lakukan pada hari Sabtu. tetapi kami terus membuat kesalahan konyol. Berjuang untuk melewati serangan balik dan belum bisa klinis dengan peluang kami. Masih banyak yang harus diperbaiki pasti ada kemajuan. Kami akan maju," cuitan akun @curasaofootballNews
 
 
Sebelumnya pelatih Curasao memberikan penegasan tingkat permainan terbaik yang kalah saat menghadapi tim Indonesia.
 
Akan tetapi taktik klinis terbukti yang diterapkan oleh Shin Tae Yong mampu membungkam Negara Amerika Selatan tersebut.
 
Bahkan Sin Taeyong menerapkan dua perbedaan taktik dalam dua pertandingan.
 
 
Hal tersebut tentu membuktikan bahwa Shin Tae Yong merupakan pelatih sejuta taktik dan tentunya PSSI tidak salah memilih pelatih asal Korea Selatan tersebut sebagai Nahkoda tim Garuda.
 
kontrak baru Shin Tae Yong bocor, PSSI pastikan minimal 4 tahun karena Shin Tae Yonh layak dianggap sebagai penyelamat sepak bola Indonesia.
 
Dengan begitu Sin Taeyong bisa membuktikan bahwa Timnas Indonesia beberapa tahun lalu kembali dari performa buruk jadi mengejutkan dengan lolosnya tim Indonesia ke Piala Asia 2023.
 
 
Berikutnya di ajang kualifikasi untuk Piala Asia U-23,  tangan dingin yang kian bertuah.
 
Shin Tae Yong sang Pelatih yang berusia 51 Tahun tersebut berhasil membawa tim Indonesia dari Piala Asia U-19 lolos ke Piala Asia U-2023.
 
Yang mengejutkan lagi bahwa lawan terakhir Skuad Garuda Nusantara saat itu adalah Vietnam U-19 yangmana merupakan lawan yang berat untuk dikalahkan.
 
 
Keajaiban Shin Tae Yong tidak sampai disitu saja, Dia membawa TimNas Indonesia mengejar TimNas Peringkat 84 FIFA Curasao.
 
Tak tanggung-tanggung Timnas menang dua kali atas Curasao di FIFA episode kali ini. Tak ayal PSSI pun begitu terkesan dengan kinerja eks pelatih Timnas Korea Selatan itu.
 
Mochammad Iriawan sebagai ketua umum PSSI mengatakan bahwa PSSI akan menyodori kontrak perdurasi minimal 4 tahun. 
 
 
Sebagai informasi, kontrak Shin Tae Yong akan berakhir pada Tahun 2023 mendatang. 
 
Namun sebelumnya, pelatih berusia 51 Tahun tersebut bahwa dirinya enggan terlebih dahulu membahas perihal kontrak kerja baru dengan PSSI.
 
Shin Tae Yong memilih untuk fokus menangani Timnas Indonesia di pertandingan selanjutnya, terlebih agenda di Tahun 2023 amatlah padat.
 
Agenda tersebut yakni Piala Asia 2023, Piala Asia U-2023 dan Piala Dunia U-2023.
 
 
4 pemain baru Timnas Indonesia yang dipanggil Shin Tae Yong di FIFA episode September ini menjadi sorotan tersendiri bagi pecinta sepakbola tanah air.
 
Para pemain tersebut takni Yakub Sayuri, Dendy Sulistiawan, Ramadhan Sannanta dan Muhammad Ferary.
 
Dari ke empat pemain tersebut hanya Yakub Sayuri yang mendapat tempat utama di Skuad Garuda.
 
 
Diplot sebagai pengganti Astrawi yang cedera Yakob Sayuri mampu membayar kepercayaan dengan tampil mempesona di sisi Back Sayap tim Indonesia.
 
Untuk Sulistiawan dan juga Ramadhan, Shin Tae Yong telah mengandalkan sejak pertandingan pertama. Sebagai pemain pengganti kedua pemain tersebut terlihat masih beradaptasi.
 
Di sisi lain Muhammad Ferrari akhirnya mencicipi debutnya di leg kedua sebagai pemain pengganti.
 
 
Di plot sebagai pengganti Pratama Arhan kehadiran Kapten Nasional Tim Indonesia U-19 ini mampu memperkuat lini pertahanan skuad Garuda, agar tidak kebobolan Gol lagi.
 
Muhammad Ferrari membuat debut timnas Indonesia berseragam Indonesia di usia 19 tahun 3 bulan 6 hari.
 
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Pekansari Bogor, Shin Tae Yong juga menawarkan kesempatan lagi kepada Ramadhan Sananta dan Dendy Sulistiawan.
 
Masuknya kedua pemain tersebut secara langsung menjadi pembeda di barisan depan Timnas Indonesia.
 
 
Bahkan Dendi Sulistiawan berhasil membalas kepercayaan Shin Tae Yong dengan mencetak gol Penentu kemenangan.
 
Striker Bhayangkara FC itu mencetak gol di gawang Curasao pada Menit ke-88 usai menerima umpan Witan Sulaiman.***

Editor: Ilah Rohilah

Tags

Artikel Terkait

Terkini