• Minggu, 22 Mei 2022

Pendidikan Vokasi Industri Diyakini Tekan Angka Pengangguran di Banten

- Senin, 5 Maret 2018 | 16:38 WIB
Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri SMK DKI Jakarta-Banten di Hotel The Royale Krakatau, Kota Cilegon, Senin (5/3/2018).*
Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri SMK DKI Jakarta-Banten di Hotel The Royale Krakatau, Kota Cilegon, Senin (5/3/2018).*

CILEGON, [NEWSmedia] - Pemerintah Provinsi Banten meyakini, program pendidikan Vokasi industri bisa menurunkan angka tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat meluncurkan program Pendidikan Vokasi Industri SMK DKI Jakarta-Banten di Hotel The Royale Krakatau Cilegon, Senin (5/3/2018).

“Pemerintah Provinsi Banten beryakinan program pendidikan vokasi industri akan berdampak terhadap penurunan angka tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten,” kata Andika dalam sambutannya.

Andika menuturkan, pihaknya bersama Gubernur Banten, Wahidin Halim  telah menjadikan pendidikan sebagai salah satu program prioritas, bahkan menurutnya, Pemerintah Provinsi Banten berupaya untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat mendapat layanan pendidikan SMK yang bermutu.

“Saat ini, terdapat 622 unit SMK di Provinsi Banten, baik swasta maupun negeri. Program pendidikan vokasi industri diharapkan dapat menjawab kebutuhan tenaga kerja yang terampil dan kompeten sesuai dengan kebutuhan industri,” paparnya.

Ia mengungkapkan, saat ini, Pemerintah Provinsi Banten tengah menyusun Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Banten Tahun 2017-2037. Salah satu kebijakan yang akan dikembangkan dalam Perda tersebut adalah membangun Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) yang akan memproduksi komponen yang terintegrasi dengan sistem produksi Industri Besar.

 “Dengan demikian akan terbentuk pola konektivitas produksi antara industri kecil dan menengah dengan industri besar, yang selanjutnya akan mendukung terhadap program peningkatan persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan program subtitusi-impor untuk mengurangi ketergantungan komponen impor,” ujarnya.

Andika juga mengaku, Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan 45.000 hektar untuk rencana tata ruang di Banten, di antaranya berupa kawasan industri sebanyak 19 lokasi. Namun hingga saat ini tingkat keterisian rata-rata kawasan industri masih sangat rendah, yaitu dibawah 30%.

 “Terkait itu kami membutuhkan dukungan dan kerjasama antara Kementerian Perindustrian dan pemerintah kabupaten/kota, serta para pengusaha kawasan industri yang ada di wilayah Provinsi Banten. Dimana sektor industri akan menyerap tenaga kerja terampil yang telah dipersiapkan melalui program pendidikan vokasi industri ini,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini