• Senin, 27 September 2021

Mahasiswa di Kota Serang Bertekad Lawan Hoax dan Ujaran Kebencian

- Kamis, 8 Maret 2018 | 12:52 WIB
Sejumlah mahasiswa yang mendeklarasikan untuk melawan hoax dan ujaran kebencian di Depan Pintu Gerbang Pusat Pemerintahan Kota Serang, Kamis (8/3/2018).*
Sejumlah mahasiswa yang mendeklarasikan untuk melawan hoax dan ujaran kebencian di Depan Pintu Gerbang Pusat Pemerintahan Kota Serang, Kamis (8/3/2018).*

SERANG, [NEWSmedia] - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kota Serang mendeklarasikan dan menolak berita bohong atau hoax serta ujaran kebencian di Depan Pintu Gerbang Pusat Pemerintahan Kota Serang, Kamis (8/3/2018).

Perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas), Kosasih menilai, berita bohong atau hoax merupakan musuh bersama yang harus diperangi, dengan demikian, ia meminta kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak terpengaruh dengan adanya berita bohong tersebut.

"Masyarakat jangan sampai terprovokasi, karena karena berita hoax ini dapat memecah belah sendi-sendi kebangsaan, mari kita bersama-sama memerangi hoax yang ada di Kota Serang, Banten dan umumnya di Indonesia," kata Kosasih.

Sementara itu, perwakilan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Serang, Rahman mengatakan, perkembangan dunia digital, sangat berpengaruh terhadap pola pikir masyarakat yang serba instan, sehingga keberadaan dan peredaran berita bohong dan Ujaran kebencian tidak bisa dihindarkan.

"Kami ingin, Kota serang ini harus steril dari berita hoax dan ujaran kebencian, masyarakat harus ramah bermedia sosial," kata Rahman.

Di tempat yang sama, perwakilan dari Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Kota Serang, Adnan mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa menyaring informasi yang diterima, hal tersebut dilakukan, agar tidak memunculkan rasa kebencian dan perpecahan diantara anak bangsa.

"Kami mengajak kepada elemen masyarakat yang lain, mengimbau melalui media sosial akan upaya pencerdasan masyarakat agar masyarakat lebih cerdas dan memahami bahwa berita yang berpotensi memecah belah anak abngsa adalah bohong atau hoax," pungkasnya. [ahi]

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

X