• Kamis, 8 Desember 2022

Dewan Pakar BPIP: Pidato Menlu Retno di PBB, Cerminan Pancasila dalam Diplomasi

- Senin, 3 Oktober 2022 | 20:13 WIB
Dewan Pakar BPIP: Pidato Menlu Retno di PBB, Cerminan Pancasila dalam Diplomasi (NEWSmedia)
Dewan Pakar BPIP: Pidato Menlu Retno di PBB, Cerminan Pancasila dalam Diplomasi (NEWSmedia)

NEWSmedia - Dalam acara tahunan Sidang Majelis Umum PBB (SMU-PBB) di New York, AS pada Senin, 26 September 2022, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P Marsudi tegas menyatakan, dunia saat ini menghadapi situasi mengkhawatirkan.

Ekonomi dunia melambat, pandemik terus berlanjut, dan perang berkecamuk. Itu karena dunia telah memilih jalan yang salah.

Banyak negara yang lebih mementingkan kompetisi daripada kolaborasi. Lebih mengutamakan penolakan daripada keterlibatan dalam dialog.

Baca Juga: Nama Bayi Perempuan Awalan Huruf F yang Lahir di Bulan Oktober 2022, Memiliki Arti Berakhlak Mulia

Paradigma seperti itu hanya akan menciptakan relasi bangsa-bangsa yang “zero-sum”, bukan suasana “win-win”.

Menlu Retno menghimbau Dunia agar mengadopsi paradigma baru berbasis multilateralisme: menghidupkan kembali semangat perdamaian, menghidupkan kembali tanggung jawab untuk pemulihan global dan meningkatkan kemitraan regional.

Dihubungi terpisah, Dewan Pakar Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri BPIP, Dr. Darmansjah Djumala, MA mengatakan, tawaran Menlu Retno agar dunia mengedepankan semangat perdamaian dan tanggung jawab global merupakan cerminan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Baca Juga: Ada Dalam Al Quran, Berikut 15 Rekomendasi Nama Bayi Laki laki Islami yang Lahir di Bulan Oktober 2022

Dr. Djumala, yang pernah menjabat sebagai Duta Besar untuk Austria dan PBB mengingatkan, Bung Karno pernah berpidato di forum yang sama pada 30 September 1960, dengan judul “To Build the World A New” (Membangun Dunia Baru). Dalam pidatonya, Bung Karno mengenalkan Pancasila kepada peserta Sidang Majelis Umum PBB.

Di tengah dunia yang dihantui oleh tarikan kepentingan dan rivalitas dua ideologi besar yang hegemonik dalam konteks Perang Dingin, Bung Karno menawarkan sila-sila Pancasila agar menginspirasi Piagam PBB.

Halaman:

Editor: Fauzan KR

Tags

Artikel Terkait

Terkini