• Selasa, 28 September 2021

Suporter Indonesia: Hyper-nasionalis di Lapangan Hijau

- Selasa, 10 September 2019 | 16:03 WIB
Suporter Indonesia.*
Suporter Indonesia.*

[NEWSmedia] - Laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia antara Indonesia vs Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis (6/9/2019) diwarnai keributan. Suporter tuan rumah mengamuk dan menyerang suporter Malaysia.

Usai pertandingan, yang dimenangkan Malaysia 3-2---kendati Indonesia sempat memimpin 2-1, keributan kembali pecah di luar stadion. Ratusan suporter Malaysia, bahkan menteri olahraga negara tetangga itu, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, sampai terjebak tak bisa pulang.

Tensi panas sendiri sedianya sudah terjadi sebelum pertandingan. Di media sosial, beredar suporter--pendukung garis keras katanya--mengatai-ngatai, melempari batu, kepada suporter Malaysia. Di tribune, suporter tim tamu juga diperlakukan sama: dilempari botol, air kencing, flare, sampai ada yang ditandu.

Di media sosial, pro kontra terjadi menyikapi keributan tersebut. Banyak yang mengecam ulah suporter Indonesia, tapi juga tak sedikit yang menganggap hal tersebut wajar.

Sebagian yang merasa kesal kebanyakan karena menilai Indonesia membuat malu. Suporter Merah Putih dinilai telah merusak pertandingan sekelas Kualifikasi Piala Dunia--yang dipantau langsung FIFA. Belum lagi alasan-alasan seperti kerusakan yang mereka timbulkan di GBK.

Sementara yang menganggap kericuhan wajar terjadi, merasa suporter 'hanya' meluapkan kekesalannya kepada suporter Malaysia, atau katakanlah hanya Malaysia (dalam konteks sebagai negara). Alasannya juga berupa-rupa, mulai dari sebagai balas dendam suporter Indonesia ke Malaysia hingga faktor eksternal yakni menganggap negara Malaysia itu sendiri adalah musuh.

Keributan di laga Indonesia vs Malaysia bisa dibilang terjadi karena kompleksnya masalah. Mulai dari ketidakbecusan pemangku kepentingan sepakbola menghadirkan prestasi hingga suporter yang hampir tak pernah dirangkul, diajarkan, bagaimana menjadi suporter yang baik.

Itu faktor eksternal. Di luar itu, ada masalah yang lebih pelik. Suporter Indonesia menyeret kekesalannya dengan landasan nasionalisme. Menyangkut harga diri bangsa Indonesia.

Sebelum laga, perang komentar netizen antara Indonesia dan Malaysia banyak terkait masalah yang tak ada kaitannya dengan pertandingan yang bakal dilakoni.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

X