• Senin, 29 November 2021

BI Beberkan 3 PR Pemerintah 5 Tahun Mendatang

- Kamis, 7 November 2019 | 12:27 WIB
Foto ilustrasi.*
Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Ada sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus dibenahi di pemerintahan kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi menuturkan, yang pertama ialah terkait keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Tantangan pertama adalah keterbatasan APBN dan APBD. Berdasarkan data rancangan teknokratis Bappenas, kebutuhan infrastruktur dari tahun 2019 sampai 2024 mencapai Rp 6.000 triliun. Sedangkan, APBN kita hanya mampu menyediakan Rp 240 triliun tiap tahun atau Rp 1.000 triliun dalam kurun waktu lima tahun," ujarnya di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Oleh sebab itu, lanjut dia, ada gap atau selisih sebesar Rp5.000 triliun. "Dan itu besarnya setara dengan aset 5 bank BUMN," ujarnya.

Rosmaya juga bilang, tantangan berikutnya ialah terkait implementasi skema kerja sama pemerintah dan KPBU yang belum sepenuhnya optimal digunakan pada proyek infrastruktur di daerah.

"Kami melihat masih perlunya peningkatan pemahaman terhadap skema KPBU yang dapat mengatasi keterbatasan APBD ini. Terutama merealisasikan pembangunan infrastruktur yang tingkat pengembaliannya di bawah tingkat rate komersial," ungkapnya.

Adapun tantangan ketiga dia bilang terkait masih terbatasnya kompetisi penanggungjawab proyek kerja sama (PJBK) khususnya dalam implementasi skema KPBU.

"Oleh karena itu, kembali kepada kompetisi dapat menutup gap di bidang yang kita butuhkan" tegasnya.

Bank Indonesia (BI) membuka peluang untuk melakukan pelonggaran terhadap beberapa kebijakannya pada tahun depan, di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

X