• Selasa, 28 September 2021

15 TKI Ilegal Coba Masuk saat Malaysia 'Lockdown' Corona

- Kamis, 9 April 2020 | 19:18 WIB
Foto ilustrasi.*
Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Polisi menggagalkan usaha penyelundupan 15 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia melalui Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Di sisi lain, aparat juga menangkap 56 TKI ilegal dari Malaysia yang masuk RI lewat Sumatera Utara (Sumut).

Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Sunarto menyebut 15 warga Indonesia dan dua warga India diamankan dari kasus perdagangan orang itu, pada akhir pekan lalu. Malaysia sendiri sudah menetapkan karantina wilayah alias lockdown atau Movement Control Order (MCO) sejak 18 Maret.

"Jaringan ini menjadikan Pulau Rupat, Bengkalis sebagai tempat penyeberangan manusia ke Malaysia karena jaraknya lebih dekat, ditempuh 30 menit saja," kata dia, Rabu (8/4) dikutip dari Antara.

Pengungkapan kasus ini, lanjutnya, merupakan hasil pengembangan penyelidikan terkait tenggelamnya kapal speedboat membawa TKI ilegal dari Indonesia ke Malaysia, di Tanjung Medang, perairan Pulau Rupat, Bengkalis, akhir Januari. Insiden ini menewaskan 10 orang.

Sunarto mengatakan penangkapan itu dilakukan saat 17 orang korban perdagangan manusia itu telah berada di dalam kapal kecil fiber untuk bersiap berangkat ke Malaysia di Desa Sungai Cingam, Rupat, Bengkalis.

Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ini merupakan jaringan internasional melibatkan warga India, Malaysia, dan Indonesia. Dalam aksinya, para pelaku membujuk calon korban dengan meyakinkan bisa memberangkatkan ke Malaysia secara resmi (legal) dan dipekerjakan dengan gaji besar.

Kenyataannya, mereka diberangkatkan lewat jalur ilegal melalui perairan Selat Morong, Pulau Rupat, Bengkalis. Perairan ini, kata Sunarto, sangat membahayakan karena terkenal dengan gelombang yang tidak bersahabat.

Dalam melakukan aksinya, kata Sunarto, jaringan ini mematok harga kepada dua warga India Rp8 juga hingga Rp10 juta per orang, dan Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per orang untuk WNI.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau Kombes Zain Dwi Nugroho menambahkan pelaku utama kasus ini adalah SP alias Pian. Ia bertugas menyediakan penampungan sementara bagi calon korban dan menyiapkan kapal.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

X