• Sabtu, 4 Desember 2021

Aturan IMEI Berlaku 18 April, Ini Nasib Ponsel Black Market

- Kamis, 16 April 2020 | 20:43 WIB
Foto ilustrasi.*
Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Aturan validasi nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI) akan berlaku pada 18 April 2020. Pemerintah telah menetapkan mekanisme white list untuk pengendalian nomor IMEI.

Skema ini memungkinkan konsumen untuk menguji ponsel sebelum membelinya. Ponsel yang nomor IMEI-nya ilegal tidak akan mendapatkan sinyal jaringan setelah diberi sim card.


Kepala Subdirektorat Kualitas Layanan dan Harmonisasi Standar Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Nur Akbar Said mengatakan aturan tersebut sifatnya berlaku ke depan dan tidak akan mempengaruhi ponsel ilegal yang telah digunakan sebelum 18 April.

Sehingga, nomor IMEI ponsel yang tidak terdaftar di situs Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan sudah menggunakan SIM Card provider Indonesia sebelum 18 April tidak perlu khawatir. Pengguna masih bisa menggunakan layanan provider meskipun ponsel yang digunakan ilegal.

“Aturan tersebut berlaku bagi konsumen yang membeli ponsel setelah tanggal 18 April 2020. Jika mereka membeli ponsel Black Market maka secara otomatis tidak akan mendapatkan layanan selular. Sementara mereka yang membeli ponsel dengan IMEI secara resmi, secara otomatis akan mendapatkan layanan selular,” jelas Nur Akbar dalam keterangan resminya, Kamis (16/4/2020).

Tidak hanya ponsel Black Market, ponsel turis atau siapa pun yang datang dari luar negeri dengan membawa ponselnya tetapi menggunakan SIM operator seluler Indonesia secara otomatis tidak akan mendapatkan layanan seluler. Namun, jika para turis tetap menggunakan SIM negara asal dan menggunakan layanan roaming, tetap akan mendapatkan layanan seluler.

Akbar melanjutkan ada perubahan dari aturan sebelumnya, dimana ada penyesuaian pengaturan IMEI dan Sistem Informasi Basis Data Identifikasi Perangkat Telekomunikasi Bergerak (SIBINA) yang terintegrasi dengan CEIR dan Sistem Informasi Industri Nasional SIINAS sebagai suatu kesatuan sistem yang dioperasikan oleh Pemerintah.

Status CEIR (Central Equipment Identification Registration) per 12 April 2020 ditegaskan Akbar bahwa instalasi CEIR di Cloud sudah siap. Adapun untuk kapasitas CEIR sendiri mencapai 1 miliar triplet (IMEIMSISDN-IMSI).

“Hanya tinggal menunggu data dump dari operator. Sedangkan API untuk koneksi semua stakeholder sudah siap. Kemudian untuk integrasi dengan pihak operator, Telkomsel sudah siap terintegrasi, Indosat Ooredoo, XL, Smartfren dalam proses koneksi, H3I dalam uji PING test. Intinya sudah tidak ada masalah,” jelas Nur Akbar. [okz]

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

X