• Minggu, 19 September 2021

AP II Tak Terapkan Protokol Bagi Penumpang Pesawat ke Luar RI

- Jumat, 5 Juni 2020 | 11:53 WIB
Foto ilustrasi.*
Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - PT Angkasa Pura II (Persero) tidak memberlakukan protokol khusus bagi calon penumpang yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri di tengah pandemi virus corona. Calon penumpang hanya diminta memperhatikan prosedur yang berlaku di bandara tujuan.

"Bagi masyarakat yang ingin bepergian ke luar negeri saat ini tidak diatur protokol secara khusus di bandara keberangkatan (origin)," kata VP Corporate Communication AP II Yado Yarismano dalam sebuah pernyataan yang dikutip Kamis (4/6).

Meski demikian, calon penumpang diharapkan tetap memperhatikan prosedur berlaku di bandara kedatangan (destination) dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan di negara tersebut.

Pernyataan tertulis PT AP II mengacu prosedur berbeda-beda untuk calon penumpang yang berkunjung ke luar negeri. Salah satu contohnya Bandara Changi, Singapura, yang menerapkan prosedur berbeda-beda untuk pengunjung yang masuk ke negara mereka.

Seperti dikutip dari situs resmi Bandara Changi, pengelola Bandara Changi membagi pengunjung dalam beberapa kriteria yakni pemegang izin masuk jangka panjang, pemegang masuk izin kerja, dan pengunjung jangka pendek.

Untuk kategori pengunjung dalam jangka pendek, beragam dokumen harus dipenuhi. Mulai dari Surat Persetujuan Masuk (Approval Letter for Entry) dari Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA), Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI), Kementerian Luar Negeri (MFA), atau Kementerian Kesehatan (MOH).

Disebutkan juga kepemilikan Surat Persetujuan Masuk tidak menjamin penerbitan Surat Kunjungan atau Visit Pass untuk memasuki Singapura.

Ketiadaan protokol khusus untuk calon penumpang luar negeri sendiri kontras dengan prosedur untuk calon penumpang domestik di Indonesia. Seluruh calon penumpang diwajibkan menunjukkan empat dokumen agar bisa bepergian ke berbagai daerah di tengah pandemi Covid-19.

Dokumen itu mencakup surat tugas bagi pegawai BUMN/BUMD/UPT/Satker/Organisasi nonpemerintah/lembaga usaha, surat keterangan uji tes RT-PCR (hasil negatif) yang berlaku 7 hari atau rapid test (hasil non-reaktif) yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan, surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) dari dokter RS/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR test/rapid test, dan surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai dan diketahui lurah/kepada desa setempat bagi yang tidak mewakili pemerintah atau swasta.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

3 Tips Menghadapi Musim Penghujan Agar Tidak Mudah Sakit

Minggu, 19 September 2021 | 10:00 WIB
X