• Jumat, 24 September 2021

Mahasiswa Cilegon: Masyarakat Bisa Contoh Ratu Ati, Jangan Patuhi Aturan Covid-19

- Jumat, 11 September 2020 | 18:26 WIB
Aktivis IMC, Ilham Benyamin. [ist]
Aktivis IMC, Ilham Benyamin. [ist]

CILEGON, [NEWSmedia] - Polemik terkait status positif Covid-19 yang dialami salah satu bakal calon Wali Kota Cilegon, saat ini masih terus menghangat dan tengah menjadi pembahasan di kalangan masyarakat.

Terlebih lagi, Ratu Ati Marliati sebagai calon yang terkonfirmasi terinfeksi Covid-19 itu, masih melakukan bantahan dan upaya penolakan untuk karantina. Sebagaimana yang direkomendasikan oleh Tim Pemeriksa Kesehatan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Sementara, saat ini status Kota Cilegon terkait Pandemi Covid-19 ini sudah memberlakukan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) saat dimintai pendapatnya tentang pemberlakuan PSBB di Kota Cilegon ini, malah melemparkan sindiran sinis kepada bakal calon petahana yang juga Wakil Wali Kota Cilegon. 

"PSBB akibat Covid-19 ini untuk masyarakat saja atau untuk semua, pejabat juga? Jangan hanya bisa menerbitkan aturan ya, pejabat pemerintah juga harus berikan contoh. Masyarakat kena Covid-19 langsung dikarantina paksa, eh ada pimpinan daerah sudah dinyatakan positif oleh dokter, tapi masih aja cari alasan untuk berkelit. RSUD-nya malah digeruduk pasukan bergolok, duh kami mahasiswa bingung nih," kata Pengurus Pusat IMC, Ilham Benyamin, kepada wartawan, Jumat (11/9/2020). 

Kepada wartawan, aktivis IMC ini juga mempertanyakan soal aturan protokol kesehatan Covid-19, apakah jadi hal wajib yang harus dipatuhi seluruh masyarakat.

"Kalau kepala daerah saja tidak mau mematuhi protokol kesehatan, dan menolak hasil test medis tentang Covid-19 ini, kenapa masyarakat harus patuh? Aturan pencegahan Covid-19 dan sekarang PSBB ini untuk siapa sih sebenarnya? Masih bingung nih kang," kembali Ilham Benyamin menyindir.

Mahasiswa UIN Banten ini bahkan menegaskan, masyarakat akan mencontoh dan mengikuti perilaku pemimpinnya dalam hal ketaatan aturan.

"Jadi sebaiknya kita mencontoh Ibu Ati saja, jangan mau mengakui dan mematuhi soal aturan Covid-19 ini. Kalau nanti ada warga yang dinyatakan positif dan mau dikarantina, warga bisa nolak. Apakah kita nanti harus melawan, sebagaimana Ibu Ati membantah hasil test medis dari Tim Dokter IDI? Tuh kan, kita bingung lagi ini," imbuh Benyamin.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

X