• Jumat, 17 September 2021

Dibesarkan di PPP, Gagal ke Demokrat, Kini Irna Narulita ‘Bermadu Kasih’ Dengan PDIP

- Jumat, 2 Oktober 2020 | 10:18 WIB
Irna Narulita.*
Irna Narulita.*


[NEWSmedia] - SEPAK terjang Irna Narulita Dimyati di politik bak Singa Betina, langkahnya selalu disorot tapi juga diperhitungkan. Mengawali kariernya di dunia politik dimulai sebagai TP-PKK Kabupaten Pandeglang pada 2001-2009, dan sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Wanita Persatuan Pembangunan (underbow PPP) pada 2012-2017.

Saat masih menjabat sebagai ketua Tim Penggerak PKK (pemberdayaan kesejahteraan keluarga), Irna terlihat intens mendampingi suami yang menjabat Bupati Pandeglang, Achmad Dimyati Natakusumah.
Pada 2009-2014 Irna pertama kalinya memasuki dunia politik praktis, tercatat sebagai Anggota DPR RI diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengikuti suami yang juga masih bernaung di Rumah Besar berlambang Ka’bah.

Saat melenggang ke Senayan, Irna kemudian menyempurnakan kiprah politiknya dengan menjajakan diri sebagai calon wakil Gubernur Banten yang saat itu bersanding dengan Wahidin Halim mantan Wali Kota Tangerang dua periode. Saat itu Wahidin Halim dan Irna Narulita berpasangan menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten di Pilkada 2011 melawan petahana Ratu Atut Chosiyah, putri dari Tokoh Jawara Banten Tubagus Chasan Sohib (alm).

Akan tetapi ‘Dewi Fortuna’ belum menghampiri. Gagal di Pilkada Banten membuat Irna seakan tertantang untuk mengasah kemampuannya di dunia politik, Hal itu ia buktikan dengan mencalonkan kembali sebagai calon kepala daerah di tingkat kabupaten, yaitu Kabupaten Pandeglang, di mana suaminya yaitu Achmad Dimyati Natakusumah pernah dua periode menjadi bupati di sana (periode 2000-2009)

Saat itu, Irna Narulita berhadapan dengan Erwan Kurtubi mantan Sekda Pandeglang  dan juga Wakil Bupati yang dulu bersanding dengan suaminya, Achmad Dimyati Natakusumah selama dua periode.

Lagi-lagi mencari peruntungan sebagai kepala daerah belum berpihak pada Irna. Meski begitu, ia terpilih menjadi Anggota DPR RI dari PPP. Belum tuntas mengabdi di parlemen, Irna kembali mencalonkan di Pilkada. Ia kembali bertandang untuk bertarung merebut pucuk pimpinan kekuasaan di tingkat kabupaten di Pilkada 2015 berpasangan dengan Tanto Warsono Arban, menantu dari Ratu Atut Chosiyah.

Pada saat itu, pasangan Irna-Tanto menang dan Irna ditetapkan sebagai Bupati Pandeglang periode 2015-2020.

Di tengah jalan, Irna Narulita berpindah partai dari partai berlambang Ka’bah berlabuh ke Partai Demokrat, dan kemudian akhirnya melompat lagi ke PDI-P, partai berlogo Banteng dengan moncongnya yang khas berwarna putih.

Perpindahan Irna dari satu partai ke partai lainnya merupakan langkah politiknya. Setiap partai yang ia singgahi selalu memberikan senyum dan membuka pintu untuk disinggahi Irna. Walaupun tak tahu pasti bagaimana pengurus dan simpatisan PPP yang pernah membesarkannya dalam satu nakhoda.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

Cara Mengganti STNK yang Rusak dan Prosedurnya

Jumat, 17 September 2021 | 06:54 WIB
X