• Minggu, 19 September 2021

Vaksin Gratis, Pakar Minta Negara Jamin Efikasi 90 Persen

- Kamis, 17 Desember 2020 | 14:18 WIB
Foto ilustrasi.*
Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mendorong pemerintah tetap memilih kandidat vaksin virus corona (Covid-19) yang memiliki tingkat efikasi atau kemanjuran di atas 90 persen dalam program vaksinasi yang telah dicanangkan gratis oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Selain memiliki efikasi dan efektivitas yang tinggi, Dicky juga meminta negara tetap menjamin keamanan vaksin. Dengan demikian, program vaksinasi dapat berjalan dengan lancar, sehingga mampu mewujudkan target pemerintah dalam memunculkan kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap penularan virus corona.

"Kita harus mengusahakan efektivitas, efikasi, vaksin Covid-19 harus memadai ya atau mendekati optimal, yaitu 90 sampai 100 persen. Oleh sebab itu, negara harus mulai negosiasi dengan produsen vaksin di negara lain mulai saat ini," kata Dicky.

Dalam program vaksinasi, menurut Dicky pemerintah Indonesia masih memiliki segudang pekerjaan rumah usai memutuskan untuk menggratiskan vaksin Covid-19. Ia pun mendorong agar peta jalan (roadmap) vaksinasi dibuat sedetail mungkin agar tidak terjadi kesalahan di tengah program vaksinasi pemerintah.

Dicky pun meminta agar pemerintah menyiapkan skema tahunan vaksin dengan target yang proporsional. Sebab, setiap vaksin memiliki daya antibodi yang berbeda, peneliti menyebutkan daya tahan vaksin di tubuh bertahan di kisaran 6-24 bulan. Oleh sebab itu, bila pemerintah tidak menyiapkan skema vaksinasi dengan serius, maka target herd immunity bisa terhambat.

"Jadi harus membuat mapping, ya berarti misalnya dimulai April 2021 ya diupayakan vaksinasi selesai pada April 2022," kata dia mencontohkan.

Lebih lanjut, Dicky pun menjelaskan bahwa herd immunity hanya bakal tercapai bila tiga aspek terpenuhi, yakni terjaminnya efikasi dan keamanan vaksin, angka reproduksi yang ditekan seminimal mungkin, dan program vaksinasi yang dilakukan menyeluruh hampir 100 persen.

Namun yang terpenting saat ini dan berpotensi menjadi hambatan vaksinasi menurut Dicky adalah logistik. Sebab, seluruh negara di belahan dunia tengah berlomba mendapatkan covid-19">vaksin covid-19, sehingga bila Indonesia tidak 'gercep' maka skema vaksinasi bisa tidak berjalan sebagaimana yang diinginkan pemerintah dan warga.

"Saat ini logistik yang harus diantisipasi mulai sekarang ya, karena ini bisa menjadi hambatan besar nantinya," kata Dicky.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

3 Tips Menghadapi Musim Penghujan Agar Tidak Mudah Sakit

Minggu, 19 September 2021 | 10:00 WIB
X