• Jumat, 17 September 2021

Pembubaran Kerumunan Masa di Kota Cilegon Dinilai Tebang Pilih

- Sabtu, 2 Januari 2021 | 14:01 WIB
Satpol PP saat membubarkan kerumunan di Cafe Gue, Kota Cilegon. [ist]
Satpol PP saat membubarkan kerumunan di Cafe Gue, Kota Cilegon. [ist]

CILEGON, [NEWSmedia] - Kegiatan penindakan kerumunan masa yang dilakukan Sat Pol PP Kota Cilegon, dinilai tebang pilih.

Hal ini terbukti dari masih maraknya tempat hiburan malam dan kafe yang bebas melaksanakan aktifitas live musik meski belum lama ini Gubernur Banten telah mengeluarkan aturan tentang perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PBB). 

Kondisi ini dikeluhkan oleh sejumlah kafe dan restoran yang menjadi langganan penindakan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Cafe Gue, Gram Cafe, Warciban dan Kedai Carita.

Mereka terpaksa harus rela omset pendapatan usahanya merosot drastis karena larangan aktifitas live music band. Alasannya berpotensi memicu kerumunan masa.

Padahal, aktifitas itulah yang menopang tamu untuk datang bersantai sambil makan atau sekedar menyeruput kopi.

"Ramai sedikit saja dibubarkan. Padahal kami susah payah cari orang yang mau datang ke sini sekarang. Setiap week end (Jumat, Sabtu dan Minggu) selalu dihimbau untuk tidak ada live music. Ada atau tidak, kalau ramai tetap dibubarkan," kata Rizki, Manager Cafe Gue Cilegon, Rabu (23/12/2020).

Menurut Rizki, meski pihaknya telah menerapkan disiplin protkol kesehatan. Namun rombongan Sat Pol PP Kota Cilegon, masih rutin datang untuk mengimbau.

Katanya, tujuannya mengambil dokumentasi. 
Namun kedatangan mereka justru membuat pengunjung resah dan risih. 

"Sebelumnya kami sempat dipanggil untuk menghadiri sosialisasi. Sudah kami ikuti arahannya. Kami juga meminta agar yang datang jangan rombongan. Karena pengunjung risih. Tetap saja yang hadir sedikitnya satu mobil dalmas," ujar Rizki.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

Cara Mengganti STNK yang Rusak dan Prosedurnya

Jumat, 17 September 2021 | 06:54 WIB
X