• Jumat, 17 September 2021

BPOM Ungkap Hasil Uji Vaksin Corona, Aman?

- Rabu, 6 Januari 2021 | 11:11 WIB
Foto ilustrasi.*
Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut produk vaksin COVID-19 tidak memiliki efek samping serius usai disuntikkan ke tubuh manusia. Hal tersebut merupakan hasil uji klinis yang dilakukan BPOM terhadap vaksin Sinovac.
Hasil uji klinis tersebut, BPOM sudah memperoleh dua data setelah dua bulan penyuntikan vaksin, yakni data imunogenitas dan efikasi. Data ini bisa menepis keraguan masyarakat dalam menerima vaksin.

"Dari data keamanan, vaksin ini sudah cukup aman. Tidak ada kejadian efek samping serius yang dilaporkan berkaitan dengan penggunaan vaksin ini. Sedangkan imunogenitasnya juga sudah menunjukan tingkat pembentukan antibodi yang bagus responnya dalam tubuh," kata juru bicara Vaksinasi COVID-19 dari BPOM Lucia Rizka Andalusia secara virtual, Selasa (5/1/2020).

Lucia menyebut, BPOM sampai saat ini masih menunggu sejumlah data uji klinis lainnya. Meski begitu, dia menyebutkan ada beberapa keuntungan yang diperoleh Indonesia dengan melakukan uji klinis.

"Bahwa kita mempunyai data uji klinis. Kita punya data pengalaman penggunaan di Indonesia," katanya.

Menurut Lucia, BPOM membuka peluang memakai data hasil uji klinis sejumlah vaksin COVID-19 dari negara lain, guna mempercepat program vaksinasi di Indonesia. Syaratnya protokol uji klinis negara lain sama dengan Indonesia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, tidak ada kewajiban melakukan uji klinis di dalam negeri sebelum menggunakan vaksin. Apalagi bila ada negara tetangga yang sudah melakukan uji klinis sebelumnya. Bahkan, ada beberapa jenis vaksin yang telah digunakan di Indonesia, tanpa melalui uji klinis di Indonesia.

"Ingat, sudah banyak vaksin sebelum pandemi COVID-19, dan hanya sedikit yang melakukan uji klinis di Indonesia. Vaksin influenza, vaksin polio, itu uji klinisnya tidak di Indonesia. Meski diproduksi di Bio Farma, tetapi uji klinisnya tidak dilakukan di Indonesia dan secara regulasi memungkinkan," ujarnya.

Sementara Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Muti Arintawati mengaku, belum bisa menegaskan kehalalan vaksin Sinovac untuk menangkal COVID-19. Menurutnya, masih ada informasi yang perlu dilengkapi.

Muti tidak membeberkan secara detail informasi yang dimaksud.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

Cara Mengganti STNK yang Rusak dan Prosedurnya

Jumat, 17 September 2021 | 06:54 WIB
X