• Sabtu, 4 Desember 2021

Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182 Terkendala Gelombang Tinggi

- Selasa, 19 Januari 2021 | 14:05 WIB
Pesawat Sriwijaya Air.*
Pesawat Sriwijaya Air.*

[NEWSmedia] - Operasi SAR untuk menemukan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu 9 Januari 2021, berlanjut.

Memasuki hari ke-11 pada Selasa (19/1/2020), Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman menyebut, tim gabungan khususnya penyelam mengalami kendala akibat cuaca buruk.

Rasman mengatakan, situasi di sekitaran perairan Kepulauan Seribu diterpa anging kencang. Akibatnya, gelombang tinggi pun muncul.

"Hari ini kondisi cuaca sangat tidak bersahabat. Sangat tidak menguntungkan untuk dilakukan penyelaman. Data terakhir yang saya terima di lapangan, tinggi gelombang 1,5 meter sampai 2,5 meter dengan kecepatan angin sekitar 31 knot," kata dia di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Jakarta Utara, Selasa (19/1/2021).

Rasman mengatakan, gelombang tinggi dengan angin yang kencang mengancam keselamatan tim penyelam yang ditugaskan untuk melakukan pencarian pesawat Sriwijaya Air di bawah laut.

"Artinya ini sangat riskan apabila dilaksanakan penyelaman. Karena berbahaya bagi rekan-rekan kita. Oleh karena itu sampai saat ini belum ada yang turun, masih ada di kapal. Kapal pun juga sekarang berlindung di belakang pulau. Supaya tidak terombang ambing oleh gelombang yang cukup tinggi," ucap dia.

Rasman mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan cuaca untuk memulai pencarian puing maupun korban pesawat Sriwijaya Air. 

"Mudah-mudahan cuacanya mendukung, tidak terlalu lama kondisi seperti ini sehigga rekan-rekan kita bisa turun ke lapangan," ucap dia.

Sebelumnya, Rasman menerangkan, secara umum operasi SAR pada hari ke-11 tidak jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Hanya saja, karena objek yang dicari semakin sedikit, area pencarian pun dipersempit.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

X