• Minggu, 19 September 2021

Isi Fatwa MUI Haramkan Buzzer Sebar Hoaks-Fitnah di Medsos

- Selasa, 16 Februari 2021 | 12:18 WIB
foto ilustrasi.*
foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan fatwa Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial yang diterbitkan pada 13 Mei 2017.

Salah satu poin dalam fatwa tersebut menyatakan aktivitas pendengung atau buzzer diharamkan jika menyebarkan informasi kabar bohong (hoaks), fitnah, perundungan, aib, gosip, dan hal-hal lain sejenis untuk memperoleh keuntungan.

"Aktivitas buzzer di media sosial yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoax, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip, dan hal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non-ekonomi, hukumnya haram," bunyi salah satu poin fatwa dikutip Senin (15/2).

Fatwa tersebut tak hanya menyasar bagi buzzer semata, namun pihak yang menyediakan fasilitas aktivitas buzzer juga diharamkan dalam fatwa tersebut.

"Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya," bunyi salah satu isi fatwa tersebut.

Selain itu pula, terdapat beberapa aktivitas yang diharamkan di media sosial dalam fatwa MUI.

Pertama, haram hukumnya bagi seseorang yang memproduksi, menyebarkan, membuat dapat diaksesnya konten/informasi yang tidak benar kepada masyarakat.

Kedua, tindakan memproduksi, menyebarkan dan membuat konten/informasi tentang hoaks, ghibah, fitnah, namimah, aib, bullying, ujaran kebencian, dan hal sejenis terkait pribadi kepada orang lain dan/atau khalayak hukumnya haram.

Ketiga, haram hukumnya bagi seseorang memproduksi atau menyebarkan konten/informasi yang bertujuan untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

3 Tips Menghadapi Musim Penghujan Agar Tidak Mudah Sakit

Minggu, 19 September 2021 | 10:00 WIB
X