• Sabtu, 4 Desember 2021

Wartawan Serang Raya Gelar Aksi Solidaritas, Minta Polisi Tangkap Pembunuh Jurnalis di Sumut

- Rabu, 23 Juni 2021 | 17:16 WIB
Jurnalis dan aktivis Serang Raya aksi solidaritas di Depan Kawasan Modern, Cikande, Kabupaten Serang, Rabu (23/6/2021)*
Jurnalis dan aktivis Serang Raya aksi solidaritas di Depan Kawasan Modern, Cikande, Kabupaten Serang, Rabu (23/6/2021)*

SERANG, [NEWSmedia] - Sejumlah jurnalis dan aktivis Serang Raya melakukan aksi solidaritas terhadap tewasnya wartawan media online, Marshal Harahap di Simalungung Sumatera Utara.

Aksi tersebut dilakukan di depan Kawasan Industri Moderen Cikande, Kabupaten Serang, Rabu (23/6/2021).

"Kami meminta Kepolisian untuk menuntaskan kasus Pembunuhan ini, tidak hanya pelaku, tapi sampai kepada otak pelaku, kami juga meminta agar pelaku dijatuhi hukuman mati, setimpal dengan apa yang dilakukan," kata Koordinator aksi, Ansori.

Salah seorang orator, Angga Apria Siswanto menyuarakan bahwa wartawan juga manusia yang juga pejuang informasi serta dilindungi oleh Undang undang Pers.

"Wartawan adalah pejuang keterbukaan informasi publik yang dilindungi oleh Undang undang Pers No 40 Tahun 1999, maka hentikan kekerasan terhadap wartawan," kata Angga dalam orasinya.

Sementara itu, Arohman Ali dalam orasinya menyampikan, kekerasan terhadap jurnalis dalam menjalakan tugas tidak dibenarkan, kerja jurnalis dilindungi hukum internasional, HAM dan hukum nasional seperti UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers.

"Lalu dimana letak undang-undang tersebut, yang katanya dapat melindungi para jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, faktanya banyak jurnalis yang dikriminalisasi dan mendapatkan diskriminasi serta kekerasan. Salah satunya rekan kita Mara Salem Harahap yang tewas ditembak orang tidak dikenal," pungkasnya.

Untuk diketahui, Mara Salem Harahap (Marshal-red) (42) ditemukan oleh warga sekitar Karanganyar dalam kondisi berlumuran darah pada Jumat (18/6/2021) malam sekira pukul 22.45 wib di dalam mobil pribadinya jenis Datsun Go BK 1921 WR.

Atas inisiatif warga dan permintaan istrinya, Marshal dilarikan ke rumah sakit Horas Insani, namun sesampai di Horas Insani pihak rumah sakit mengatakan tidak ada dokter bedah.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X