BPOM Klaim 69 Obat Sirup Masih dalam Uji Lab, 3 di Antaranya Melebihi Batas Cemaran Etilen dan Dietilen Glikol

- Senin, 24 Oktober 2022 | 17:09 WIB
Kepala BPOM RI, Penny Kusumastuti Lukito (Dok: NEWSmedia)
Kepala BPOM RI, Penny Kusumastuti Lukito (Dok: NEWSmedia)

NEWSmedia - Belum lama ini BPOM menemukan penyebab pasti kematian puluhan anak-anak dengan diagnosa gagal ginjal akut misterius.

BPOM menyatakan gagal ginjal akut misterius disebabkan oleh zat pelarut berbahaya yang terdapat dalam obat sirup anak, yakni mengandung Etilen Glikol dan Dietilen Glikol.

Dari 102 produk yang sebelumnya disampaikan Menteri Kesehatan RI, kini tinggal 69 obat sirup anak yang masih dalam tahap uji sampling lab.

Baca Juga: 2 Polisi Korban Prank KDRT Baim Wong Dipastikan Tidak Tahu Soal Konten yang Membuat Geger Hingga Viral

30 di antaranya sudah dinyatakan aman, sedangkan 3 lainnya positif tercemar Etilen Glikol dan Dietilen Glikol.

30 obat sirup anak dinyatakan aman sepanjang sesuai aturan pakai, ada 23 produk yang tidak mengandung pelarut Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol dan Gliseron atau Gliserol.

Dan ada 7 obat sirup anak yang sama sekali tidak terkena cemaran zat Etilen Glikol dan Dietilen Gliko, salah satunya Anakonidin OBH sirup produksi Konimex.

Baca Juga: 14 Rekomendasi Drakor yang Tayang November 2022: Ada Song Joong Ki, Cek Sinopsis dan Jadwal Tayang

Pada awal Oktober 2022, Menteri Kesehatan Republik Indonesia menduga kasus serupa disebabkan oleh virus dan bakteri seperti penyakit gangguan hati yang sebelumnya ramai diperbincangkan.

Namun ternyata dugaan Menteri Kesehatan Republik Indonesia salah, BPOM menyatakan gagal ginjal akut misterius disebabkan oleh zat pelarut berbahaya yang terdapat dalam obat sirup anak.

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini