• Minggu, 5 Februari 2023

Dinsos Banten - Komnas Anak Agendakan Program Pembinaan Remaja, Bina Mental dan Disiplin Anak

- Rabu, 16 November 2022 | 21:07 WIB
Dinsos Banten - Komnas Anak agendakan program pembinaan remaja
Dinsos Banten - Komnas Anak agendakan program pembinaan remaja

NEWSmedia - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten berkolaborasi dengan Komisi Nasional Perlindungan (Komnas) Anak Provinsi Banten untuk program pembinaan remaja.

Program pembinaan remaja tersebut sebagai respons cepat Dinsos Banten dan Komnas Anak Banten terhadap fenomena tawuran dan gengster di kalangan remaja.

Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Banten, Budi Darma menjelaskan bahwa program kolaborasi penanganan anak yang terlibat tawuran dan gengster tersebut akan difokuskan dalam membina mental dan disiplin anak-anak yang berhadapan dengan hukum.

Baca Juga: Pemkot Serang Galang Dana untuk Korban Banjir, Kepala Dinsos: Saya Gak Tahu dari OPD Mana

Dinas Sosial akan menjadi leading sector dalam program ini, kami berharap anak-anak yang terindikasi terlibat tauran dapat dibina dan kembali menjadi anak-anak yang disiplin, menjauhi kekerasan, serta menghormati orang tua dan guru,” kata Budi melalui keterangan tertulisnya, Rabu 16 November 2022.

Selain itu, Budi mendorong program ini menjadi program alternatif sebagai bentuk restorative justice dalam peradilan anak dan rehabilitasi sosial anak yang berhadapan dengan hukum.

"Tentu perlu sinergitas lintas sektor yang cukup komprehensif. Dalam mengawali hal itu Dinas Sosial bersama Komnas Anak Banten akan melaksanakan kegiatan tersebut. Program ini diinisiasi sebagai bentuk hadirnya pemerintah Provinsi Banten dengan adanya fenomena gangster remaja yang perlu penangan segera, insyallah program ini akan dilaksanakan di tahun 2023," jelasnya.

Ketua Komnas Anak Provinsi Banten, Hendry Gunawan mengatakan berdasarkan catatan dan data Komnas Anak Provinsi Banten, sepanjang tahun 2022, ada sekitar 27 kasus tauran yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Banten.

"Dari jumlah itu, ada sekitar 285 anak yang terlibat tauran dan kekerasan berkelompok," kata Gunawan.

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini