• Minggu, 22 Mei 2022

MUI Menilai Doa Bersama Masuk Kategori Bid’ah Hingga Haram, Ini Dasar Hukum yang Dipakai

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 14:13 WIB
Ketua Bidang Fatwa MUI Provinsi Banten, KH. Moh Mas’ud (Syair Asiman/ NEWSmedia)
Ketua Bidang Fatwa MUI Provinsi Banten, KH. Moh Mas’ud (Syair Asiman/ NEWSmedia)

NEWSmedia - Dalam tradisi Islam rupaya tidak pernah dikenal adanya doa bersama seperti yang biasa dilakukan dalam acara-acara semi kenegaraan maupun kemasyarakatan.

Karena itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) memasukkan doa bersama dalam kategori bid’ah hingga haram. Apa dasarnya doa bersama bisa masuk kategori bid’ah bahkan bisa menjadi haram?

Ketua Bidang Fatwa MUI Provinsi Banten KH. Moh. Mas’ud, kepada newsmedia.co.id, Kamis, 5 Agustus 2021 mengatakan, MUI tentu tidak sembarangan dalam mengeluarkan fatwa terkait doa bersama.

Baca Juga: Ternyata Doa Bersama Bisa Dihukumi Bid’ah Hingga Haram, Begini Penjelasan MUI

Pandangan MUI terkait hal itu, kata dia, berpatokan pada Al-Quran, al-Hadits, dan pendapat para ulama.

Seperti dicantumkan pada buku Himpunan Fatwa MUI (sejak 1975), terdaoat ayat Alquran yang dijadikan dasar hukum oleh MUI yakni:

Pertama, Al-Quran surat al-Naml (27) ayat 62:

Artinya:

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khilafah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingatannn (Nya)”.

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini