RUU KUHP Disahkan, Dewan Pers: UU KUHP Mengancam Kemerdekaan Pers dan Demokrasi

- Jumat, 9 Desember 2022 | 15:22 WIB
Dewan Pers (NEWSmedia)
Dewan Pers (NEWSmedia)

NEWSmedia - Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) telah disetujui oleh DPR RI dan Pemerintah untuk disahkan menjadi UU KUHP dalam sidang paripurna DPR RI, Selasa, 6 Desember 2022 di Jakarta.

Dewan Pers menyayangkan keputusan itu diambil dengan mengabaikan minimnya partisipasi dan masukan masyarakat, termasuk komunitas pers. Mengingat masih terdapat pasal-pasal krusial yang menjadi ancaman bagi pers dan wartawan.

Sejumlah pasal dalam UU KUHP tersebut sungguh mengancam kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Kemerdekaan pers dan kebebasan berekspresi kini menghadapi upaya pembungkaman.

Baca Juga: Apa Itu Stiff Person Syndrome? Penyakit Langka yang Dialami Penyanyi Pop Dunia Celine Dion

Pers sebagai pilar demokrasi yang bekerja untuk memenuhi hak masyarakat atas informasi yang bermakna akan lumpuh karena berhadapan dengan ancaman kriminalisasi oleh pasal-pasal UU KUHP.

Dalam demokrasi, kemerdekaan pers harus dijaga, salah satunya dengan memastikan tidak adanya kriminalisasi terhadap wartawan.

Perlindungan itu dibutuhkan agar wartawan dapat bebas menjalankan tugasnya dalam mengawasi (social control), melakukan kritik, koreksi, dan memberikan saran-saran terhadap hal- hal yang berkaitan dengan kepentingan umum untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan.

Baca Juga: Rahasia Tembus Ratusan B Chip Cuma Modal 1B di Higgs Domino, Lakukan Trik Ini di Akun Kamu Agar Jackpot Terus

Kemerdekaan pers terbelenggu karena UU KUHP itu dapat menjerat wartawan dan perusahaan pers sebagai pelaku tindak pidana ketika menjalankan tugas jurnalistik.

Dewan Pers sebagai lembaga independen sebelumnya telah menyusun Daftar Inventaris Masalah (DIM) RKUHP terhadap pasal-pasal krusial yang menjadi ancaman terhadap pers dan wartawan.

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini