• Rabu, 26 Januari 2022

Luhut Disentil, Jangan Akal-akalan dengan Data Kematian Covid19

- Rabu, 11 Agustus 2021 | 14:42 WIB
Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan PPKM Level 4 diperpanjang kembali sampai 16 Agustus 2021 (YouTube/ Sekretariat Presiden)
Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan PPKM Level 4 diperpanjang kembali sampai 16 Agustus 2021 (YouTube/ Sekretariat Presiden)

NEWSmedia – Keputusan pemerintah menyembunyikan data kematian dalam laporan perkembangan penanggulangan Covid19 disesalkan Anggota Komisi VII DPR RI. Kritik pedas terkait hal itu disampaikan Anggota Fraksi PKS Mulyanto.

Menurut Mulyanto, pemerintah jangan akal-akalan dengan data kematian Covid19. Misalnya ingin angka kasus positif harian rendah, maka diupayakan dengan mengurangi jumlah testing. Atau karena melihat angka kematian, yang jelek atau tidak akurat, maka dihapus saja indikator kematian Covid19.

Akan tetapi, katanya, hal yang perlu dilakukan pemerintah seharusnya adalah dengan memperbaiki data tersebut. Bukan dengan membuang indikatornya.

Baca Juga: Berapa Gaji Messi di PSG? Begini Kata Presiden Paris Saint-Germain

Mulyanto menambahkan, data kematian Covid19 sangat diperlukan karena belum ada indikator pengganti atau indikator lain yang dapat mengukur fatalitas akibat wabah virus mematikan metersebut selain indikator kematian.

"Sebaiknya pemerintah tidak menyembunyikan data kematian karena Covid19 ini," katanya.

Dengan disembunyikannya data kematian tersebut, langkah pemerintah dinilai tidak tepat. Ia beralasan hal itu dapat mengaburkan gambaran jumlah dan persebaran efek fatalitas Covid19. Karenanya, data tersebut merupakan indikator penting untuk melihat keberhasilan proses treatment dari konsep testing, tracing, treatment (3T).

Baca Juga: Pengumuman untuk Warga Lebak dari Gubernur Banten Terkait Jembatan Ciberang yang Putus

"Apa ada indikator lain yang dapat mengukur fatality dari Covid19 ini. Rasanya tidak ada. Karena itu pemerintah sebaiknya mengevaluasi secara komprehensif dan teliti penyebab tidak akuratnya data angka kematian akibat Covid19," kata Mulyanto dalam keterangan tertulisnya, Rabu 11 Agustus 2021.

Yang dibutuhkan saat ini, lanjut Mulyanto, adalah langkah koreksi dan perbaikan atas data angka kematian Covid19 tersebu. “Bukan malah menghapus indikator kematian. Jangan seperti pepatah, buruk rupa cermin dibelah," ucapnya.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kata OJK Indonesia tentang CFG Football, Ternyata!

Senin, 24 Januari 2022 | 13:53 WIB
X