• Selasa, 5 Juli 2022

Dikritik Menghapus Data Kematian Covid19, Jubir Luhut Angkat Bicara

- Kamis, 12 Agustus 2021 | 13:41 WIB
Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Jodi Mahardi /Menko Marves
Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Jodi Mahardi /Menko Marves

NEWSmedia – Setelah dikritik berbagai pihak soal data kematian Covid19 yang dihapus 19 dalam asesmen level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Luhut Pandjaitan angka bicara lewat Juru Bicara (Jubir) Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Jodi Mahardi.

Menurut Jodi Mahardi angka kematian Covid-19 bukan dihapus, melainkan hanya tidak dipakai sementara waktu.

Dengan alasan, pemerintah menemukan menemukan banyak angka kematian yang ditumpuk-tumpuk, atau dicicil pelaporannya, sehingga dilaporkan terlambat. Data itu pun dianggap bias menyebabkan penilaian yang kurang akurat terhadap level PPKM di suatu daerah.

Baca Juga: Ini Anggaran-anggaran Anggota DPRD di Banten yang Melukai Hati Rakyat  

“Bukan dihapus, hanya tidak dipakai sementara waktu karena ditemukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang, sehingga menimbulkan distorsi atau bias dalam penilaian,” kata Jodi, Rabu 11 Agustus 2021, dikuti NEWSmedia dari https://www.pikiran-rakyat.com dengan judul "Jubir Luhut Pandjaitan Luruskan Angka Kematian Covid-19 Bukan Dihapus: Hanya Tidak Dipakai Sementara".

“Jadi terjadi distorsi atau bias pada analisis, sehingga sulit menilai perkembangan situasi satu daerah,” imbuh Jodi lagi.

Baca Juga: Syarat Terbaru Perjalanan Transportasi Udara Dalam Negeri Setelah PPKM Diperpanjang

Dijelaskan Jodi, bahwa data yang yang kurang update tersebut juga terjadi karena banyak kasus aktif yang tidak terupdate >21 hari.

“Banyak kasus sembuh dan angka kematian akhirnya yang belum terupdate,” kata dia.

Untuk mengatasi hal ini, Jodi menegaskan bahwa pemerintah terus mengambil langkah-langkah perbaikan untuk memastikan data yang akurat. 

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini